DetikNews
Kamis 22 Maret 2018, 08:47 WIB

Ortu Punya Firasat Buruk Sebelum Marketing WO Dibunuh

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Ortu Punya Firasat Buruk Sebelum Marketing WO Dibunuh Foto: Yun Siska Rohani, marketing wedding organizer yang dibunuh di Bogor/Istimewa
Jakarta - Supandi (66) mendapat firasat buruk sebelum putrinya, Yun Siska Rohani (29), dibunuh driver taksi online di Cibinong, Kabupaten Bogor. Supandi mendapatkan mimpi buruk selama tiga hari berturut-turut.

"Kalau firasat saya terus terang ada tapi firasat itu terus terang, (seperti) Allah memberikan gambaran cuma saya nggak bisa menafsirkan. Itu sampai tiga hari berturut-turut," kata Supandi saat ditemui detikcom di kediamannya di Pesanggrahan, Jaksel, Rabu (21/3/2018) malam.


Firasat itu datang lewat mimpi. Tapi lagi-lagi, Supandi sulit menjelaskan soal mimpi itu.

"Mungkin seperti contoh mimpi, mimpi itu kan ada yang ingat di waktu itu, tapi ada yang enggak. Yang jelas saya merasa seakan Allah memberi petunjuk seperti ini," katanya.

 "Kalau firasat saya terus terang ada tapi firasat itu terus terang, (seperti) Allah memberikan gambaran cuma saya nggak bisa menafsirkan. Itu sampai tiga hari berturut-turut," kata Supandi, orang tua Siska. Foto: Fotografer: Kanavino/detikcom

Mimpi itu menghampirinya selama tiga hari berturut-turut sejak Rabu (14/3) hingga Jumat (16/3). Dia langsung berdoa ketika terbangun dari mimpi itu.


"Saya mau tidur sudah doa, sudah siap. Apalagi waktu itu loh saya baru (tidur) sejam, kok ada bayangan begini lagi, saya baca doa lagi. Terus sampai gitu lagi, tiga hari," jelasnya.

Supandi tidak menceritakan soal firasatnya itu kepada keluarganya, termasuk istrinya. "Saya rahasiakan. Istri saya nggak saya kasih tahu," ucapnya.

Supandi menyerahkan proses hukum dua pembunuh putrinya ke polisi.Supandi menyerahkan proses hukum dua pembunuh putrinya ke polisi. Foto: dok. Istimewa

Supandi kini hanya bisa pasrah atas kepergian putrinya yang bekerja sebagai marketing wedding organizer itu. Dia sepenuhnya menyerahkan proses hukum dua pembunuh putrinya ke aparat polisi.

"Kalau saya, masalah hukum negara, saya serahkan kepada pihak yang berwajib, polisi. Kalau hukum akhirat saya punya Allah. Saya kembalikan ke Allah yang mengatur," tutupnya.



(mei/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed