DetikNews
Rabu 21 Maret 2018, 15:51 WIB

Menguji Data Prabowo Soal Indonesia Bubar 2030

Erwin Dariyanto - detikNews
Menguji Data Prabowo Soal Indonesia Bubar 2030 Foto: (Dok Facebook Prabowo Subianto)
Jakarta -

Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto menyebut ada prediksi bahwa Indonesia akan bubar pada 2030. Prediksi itu menurut Prabowo didahului dengan sejumlah kajian pendukung. Pernyataan Prabowo tersebut disampaikan dalam sebuah pidato di acara partai Gerindra yang diunggah ke akun Facebook resmi partai tersebut.

Benarkah Indonesia akan bubar 2030?

Hasil kajian sejumlah lembaga menunjukkan data berbeda. PricewaterhouseCoopers (PwC) pada September 2017 lalu merilis sebuah riset tentang outlook perekonomian dengan tema "The Long View, How will the global economic order change by 2050?". PwC adalah salah satu dari empat penyedia jasa auditor besar di dunia yang merilis sebuah riset tentang outlook perekonomian



Dalam rilisnya PwC memproyeksikan perekonomian dunia di tahun 2030 dan 2050. Indonesia menjadi salah satu yang disorot oleh lembaga ini dengan mengutip riset IMF tahun 2016. Data IMF menunjukkan posisi perekonomian Indonesia 2016 berada di peringkat 8 dengan total produk domestik bruto (PDB) alias Gross Domestic Bruto (GDB) USD 3028 miliar.

Menurut John Hawksworth, Chief Economist PwC, pada 2030 perekonomian Indonesia justru akan berada di peringkat 5 terbesar di dunia. Diperkirakan PDB Indonesia pada tahun itu mencapai USD 5.424 miliar.



Selanjutnya pada 2050, perekonomian Indonesia akan menjadi yang ke-4 terbesar di dunia dengan estimasi nilai PDB USD 10.502 miliar. Posisi tersebut akan menjadikan Indonesia dengan perekonomian big emerging market. Ini sekaligus menjadikan posisi Indonesia sebagai negara dengan perekonomian terkuat di Asia Tenggara.

Sebagai catatan PwC menghitung PDB dengan metode perhitungan keseimbangan kemampuan berbelanja atau Purchasing Power Parity (PPP). PPP menampilkan daya beli masyarakat terhadap suatu nilai dan juga nilai tukarnya.



Selain Indonesia, menurut riset PwC beberapa negara berkembang seperti India dan Brasil akan tumbuh pesat mengalahkan Amerika Serikat (AS) serta China.

Akhir 2017, Bank Dunia juga membuat proyeksi tentang perekonomian Indonesia. Menurut Bank Dunia, tahun 2017 perekonomian tumbuh 5,1 persen. Tahun 2018 diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,3 persen.

[Gambas:Video 20detik]


Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia, Rodrigo Chaves mengatakan, kondisi yang baik ini terlihat dari meningkatnya harga komoditas, yang membuat beberapa data penopang pertumbuhan ekonomi menjadi baik.

"Hal ini sangat positif untuk keberlanjutan pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan semakin baik dan akan ada banyak kejutan dan akhirnya sangat baik sekali," kata Rodrigo di Energy Building, Jakarta, Kamis (14/12/2017) lalu.

Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2018 bakal mencapai 5,3%. Ini berarti lebih tinggi dari prediksi pertumbuhan ekonomi di 2017 yang sebesar 5,2%.

Managing Director IMF Christine Lagarde memandang Indonesia memiliki prospek ekonomi yang cukup bagus di tangan pemerintahan Presiden Joko Widodo. Buktinya pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5%.

"Proyeksi kita 5,2% itu menunjukkan kemajuan yang luar biasa," kata Lagarde di Kantor Pusat IMF, Washington, Sabtu (14/10/2017).

Melihat data dan fakta tersebut, akankah Indonesia bubar tahun 2030.


(erd/jat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed