DetikNews
Rabu 21 Maret 2018, 13:34 WIB

Melihat Lagi Teror di Rumah Amien yang Diungkit Hanafi Rais

Fajar Pratama - detikNews
Melihat Lagi Teror di Rumah Amien yang Diungkit Hanafi Rais Mobil Amien Rais yang ditembak orang tak dikenal pada November 2014/Foto: Dok detikcom
Sleman - Putra Amien Rais sekaligus Waketum PAN, Hanafi Rais, mengungkit mengenai teror yang dialami sang ayah di awal pemerintahan Presiden Jokowi. Begini teror itu.

"Diteror fisik di rumah di Yogyakarta itu awal-awal pemerintah Jokowi. Itu saya ingat betul. Sekarang diancam melalui verbal semacam itu," ungkap Hanafi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Lalu seperti apa teror yang dimaksud Hanafi itu? Kejadian itu terjadi pada 6 November 2014. Saat itu mobil Mobil Toyota Harrier milik Amien ditembak oleh orang tidak dikenal di kediamannya di Jl Pandean Sari, Yogyakarta pada Kamis (6/11/2014) sekitar pukul 02.30 WIB.

Mobil Amien Rais yang ditembak orang tak dikenalMobil Amien Rais yang ditembak orang tak dikenal Foto: Dok detikcom


Ismail, satpam di kediaman Amien Rais di Jl Pandean Sari, Yogyakarta mendengar derum motor bolak balik sebelum terjadi peristiwa penembakan. Ismail juga mendengar letusan keras, namun dia tak menyangka itu bunyi tembakan.



"Saya dengar seperti motor matic. Bolak balik ke Selatan dan Utara, kemudian terdengar bunyi dor satu kali," jelas Ismail kala itu.

Ismail tak menyangka kalau bunyi letusan itu pistol yang diarahkan ke rumah Amien Rais. Pukul 02.00 WIB, suasana sepi, Ismail juga tak keluar menengok siapa yang membawa motor itu.

Amien Rais berbicara kepada polisi di pagi hari setelah kejadian terorAmien Rais berbicara kepada polisi di pagi hari setelah kejadian teror Foto: Dok detikcom


"Motornya ada satu, tapi nggak tahu ada berapa penumpangnya," tambah dia.



Penembakan itu baru disadari pukul 05.00 WIB. Saat itu sopir hendak memanaskan kendaraan. Sopir menemukan ada lubang di kaca dan ada proyektil peluru di dalam mobil.

Saat penembakan terjadi, Amien Rais sedang tidur. Ia enggan berspekulasi siapa sang pelaku penembakan dan telah memaafkan perbuatan pelaku. Ia meminta kasus ini diusut aparat kepolisian. Amien saat itu mengatakan teror itu merupakan yang ketigakalinya.

"Kalau soal teror-teror seperti ini, ini yang ketiga," ujar Amien kala itu.

Kembali ke pernyataan, Hanafi, apapun dan siapapun yang mengancam, ayahnya akan tetap membela kebenaran. Amien Rais tak akan gentar dengan ancaman.

"Jadi apapun bentuk intimidasi, ancaman dan teror, itu Insyaallah kita hadapi dengan tegak lurus karena kita yakin Allah bersama kita," tegas Hanafi.

Menurutnya, Amien adalah aktivis sejati. Sejak awal sebelum reformasi, Hanafi menyebut Amien sudah 'akrab' dengan teror.
(fjp/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed