DetikNews
Rabu 21 Maret 2018, 09:00 WIB

Polisi Soal Praperadilan Lyra Virna: Itu Hak Mereka

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Polisi Soal Praperadilan Lyra Virna: Itu Hak Mereka Foto: Noel/detikHOT
Jakarta - Polisi tak mempersoalkan rencana pengacara Lyra Virna, Razman Nasution, yang akan mengajukan praperadilan terkait penetapan tersangka kasus ITE. Polisi menilai praperadilan merupakan hak yang diatur dalam Undang-undang.

"Hak mereka, diatur di Undang-undang," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, di Mapolda Metro, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (221/3/2018).

Argo juga menegaskan penetapan tersangka Lyra telah melalui prosedur yang jelas. Kata Argo, penyidik telah melakukan mediasi namun upaya tersebut tidak menemui hasil.


"Yang terpenting tahapan oleh penyidik sudah sesuai prosedur. Ada mediasi dilakukan. Tidak pernah ketemu. Ya kita lanjutkan. (Polisi juga menetapkan tersangka) sudah sesuai dengan SOP, fakta hukum, sesuai dengan KUHAP, dua alat bukti cukup," tegas dia.

Selain itu, polisi akan memeriksa Lyra sebagai tersangka pada Kamis (22/3) besok. Penyidik akan menggali keterangan Lyra soal curhatannya di Instagram. "Nanti kita tanggal 22 Maret (pemeriksaan), hari Kamis besok dipanggil sebagai tersangka," imbuhnya.


Razman sebelumnya akan menggugat status tersangka Lyra melalui praperadilan. Razman menilai penetapan tersangka kliennya itu tidak sesuai dengan prosedur. "Saya minta penyidik melakukan gelar perkara terbuka terbatas dengan melibatkan kami sebagai pengacara," kata Razman.

Razman beranggapan kasus yang menyandera kliennya itu juga penuh kejanggalan. Padalah, dalam kasus ini, Lyra-lah yang menjadi korban.
(knv/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed