DetikNews
Selasa 20 Maret 2018, 20:22 WIB

Ketua PN Tangerang Mangkir dari Panggilan KPK

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Ketua PN Tangerang Mangkir dari Panggilan KPK PN Tangerang (Ahmad Bil Wahid/detikcom)
Jakarta -

Ketua Pengadilan Negeri Tangerang Muhammad Damis mangkir dari panggilan KPK. Damis sedianya diperiksa terkait kasus suap yang melibatkan anak buahnya, hakim Wahyu Widya Nurfitri.

Widya dicokok KPK dalam operasi tangkap tangan terkait dugaan suap Rp 30 juta. Suap itu berkaitan dengan perkara perdata yang ditanganinya.

"Ada saksi lain yang juga tidak hadir dalam kasus dugaan suap terhadap hakim di PN Tangerang, yaitu M Damis. Ini Ketua PN Kelas I-A (Tangerang). Kami belum mendapat informasi mengenai ketidakhadiran," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (20/3/2018).



Namun KPK hari ini memeriksa tiga orang saksi lain yang hadir, yaitu Yuferry F Rangka selaku hakim PN Tangerang, advokat Yusuf Supendi Hasyim, serta Winarni dari pihak swasta. Dari ketiga saksi didalami soal perbuatan hakim dalam menangani perkara.

"Penyidik mendalami pengetahuan saksi dan apa saja perbuatan yang dilakukan hakim dalam putusan perkara yang ditangani. Misalnya bagaimana persidangan berjalan, kenapa ada penundaan, sebabnya apa, sebab lebih rinci, kami periksa lebih rinci," papar Febri.

Dalam perkara tersebut, diketahui pembacaan putusan ditunda dua kali.



Widya dijerat KPK sebagai tersangka karena menerima suap Rp 30 juta terkait perkara gugatan perdata wanprestasi. Uang itu diduga didapat dari Agus Winarto dan HM Saipudin selaku advokat dari pihak tergugat.

Widya, Agus, dan Saipudin pun telah berstatus tersangka. Selain itu, ada satu lagi tersangka, yaitu Tuti Atika selaku panitera pengganti PN Tangerang, yang membantu Widya dalam perkara tersebut. Tuti disebut sebagai pihak yang menginformasikan soal putusan 'menolak gugatan' kepada kedua advokat tersebut.




(nif/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed