DetikNews
Selasa 20 Maret 2018, 11:29 WIB

Tangani Rusuh Geng Motor, Kabareskrim Timba Ilmu dari Tetangga

Jabbar Ramdhani - detikNews
Tangani Rusuh Geng Motor, Kabareskrim Timba Ilmu dari Tetangga Foto: Kabareskrim Komjen Ari Dono dalam Konferensi Geng Motor yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (20/3) (Dok. istimewa)
Jakarta - Aksi geng motor yang selama ini melakukan tindak pidana menjadi perhatian pemerintah Indonesia. Polri akan mengantisipasi meluasnya aksi geng motor yang meresahkan masyarakat.

"Pemerintah, Polri khususnya, ingin menyegerakan langkah-langkah efektif dan efisien. Untuk segera menuntaskan keresahan masyarakat akibat pelanggaran tindak pidana dari beberapa geng motor di Indonesia," kata Kabareskrim Mabes Polri Komjen Ari Dono Sukmanto lewat keterangannya, Selasa (20/3/2018).


Hal ini disampaikannya dalam Konferensi Geng Motor yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (20/3). Polri mengundang Polisi Federal Australia (AFP) dan juga perwakilan aparat berwenang dari negara tetangga lainnya seperti Thailand, Kamboja, Singapura, Malaysia, Jepang, Uni Emirat Arab, Jerman, hingga Yunani.

Ari mengatakan penegak hukum harus bekerja sama dalam untuk menghadapi geng motor yang berkelompok. Penindakan juga mesti dilakukan lintas instansi dan lintas negara.


Ari mengatakan pihaknya telah menampung berbagai usulan dari masyarakat. Konferensi ini juga digelar untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam pengendalian ancaman geng motor.

"Tujuan lainnya sekaligus untuk memetik pelajaran dari negara-negara lain. Bagaimana mereka telah sukses mengantisipasi berbagai kejahatan yang dilakukan oleh geng motor di negaranya. Agar Indonesia memiliki bekal yang lebih efektif dan efisien lagi menghalau aksi-aksi tak terpuji oleh geng motor," ujar Ari.


Ari mengatakan kerja sama dan konferensi ini dilakukan untuk mencegah meluasnya tindakan yang dilakukan geng motor. Berdasarkan catatan yang dimilikinya, perilaku yang melanggar regulasi oleh geng motor juga sudah menjadi perhatian khusus dari para aparat di negara lain.

Kepolisian Uni Eropa, misalnya, mereka menjadikan isu geng motor sebagai ancaman bersama bagi Uni Eropa. Sebab, perilaku kriminal tak hanya kekerasan dan penyiksaan saja seperti tawuran, penjarahan, penyerangan, perusakan, pembacokan, hingga pembegalan.


"Nah, ada indikasi penguatan aktivitas ilegal di luar spektrum itu. Ini yang hendak diantisipasi segera. Jangan sampai aksi ilegal mereka di Indonesia lebih meresahkan masyarakat. Atau bahkan mengacaukan situasi dan kondisi nasional," ujar Ari.
(jbr/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed