DetikNews
Selasa 20 Maret 2018, 09:56 WIB

Bonita Terus Dikepung agar Tidak Masuk Kampung

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Bonita Terus Dikepung agar Tidak Masuk Kampung Penampakan Bonita setelah ditembak. (dok. BKSDA Riau)
Pekanbaru - Tim terpadu terus bekerja keras dalam upaya penanganan harimau Bonita di Pelangiran, Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Tim terpadu mengepung Bonita agar tidak masuk kampung.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Wilayah I Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Mulyo Hutomo dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (20/3/2018).

Hutomo menyebutkan tim terpadu dibagi menjadi tiga regu. Salah satu regu tetap menjaga wilayah perbatasan antara kawasan hutan dan perkebunan sawit.

"Salah satu regu berjaga di wilayah barat yang merupakan pergerakan Bonita yang biasanya dari perkebunan sawit menuju perkampungan Danau," kata Hutomo.

Tim terpadu berjaga di wilayah itu agar Bonita tidak lagi memasuki permukiman penduduk. Karena itu, saat ini Bonita mondar-mandir di area perkebunan sawit PT Tabung Haji Indo Plantation (THIP).

"Upaya penjagaan di wilayah perbatasan itu untuk mempersempit ruang gerak Bonita," kata Hutomo.

Saat ini, tim terpadu masih bisa memantau Bonita di area perkebunan sawit.

"Pagi ini Bonita masih terpantau tim di lokasi," kata Hutomo.

Sebagaimana diketahui, konflik ini telah menewaskan dua orang, yakni Jumiati dan Yusri. Jumiati tewas akibat serangan Bonita pada 3 Januari lalu.

Selama proses evakuasi tim, Bonita kembali menyerang warga bernama Yusri, buruh bangunan yang sedang bekerja membangun sarang walet. Yusri diterkam sampai tewas pada 10 Maret lalu.
(cha/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed