DetikNews
Senin 19 Maret 2018, 15:09 WIB

Tanggalkan Gaji Rp 75 Juta dan Berkebun, Mus Rekrut Eks Petani Ganja

Agus Setyadi - detikNews
Tanggalkan Gaji Rp 75 Juta dan Berkebun, Mus Rekrut Eks Petani Ganja
Aceh - Muslahuddin Daud kini fokus menjadi petani dan membimbing ribuan petani di Aceh. Perkebunan seluas 20 hektare miliknya dikelola empat kepala keluarga. Dua di antaranya, merupakan mantan petani ganja.

Seorang pekerja, Jafaruddin (27), mengatakan, sebelum bekerja sama dengan Muslahuddin, dirinya menjadi petani padi dan menanam ganja di pegunungan Lamteuba selama satu tahun. Barang haram yang dia tanam selanjutnya dijual hingga ke Jakarta.

"Saya takut sama polisi dan kemudian berhenti jadi penanam ganja. Saya sekarang memilih ikut sama Pak Mus (panggilan Muslahuddin)," kata Jafaruddin, Senin (19/3/2018).

Usai taubat dan bertemu Muslahuddin, Jafaruddin diberikan kepercayaan untuk mengelola tiga hektare lahan perkebunan. Di dalam kebun tersebut, dibangun rumah sebagai tempat istirahat. Sehari-hari, pria asal Aceh Timur ini mengurus dan merawat berbagai tanaman yang ada di kebun.


Kehidupannya mulai berubah. Kebutuhan sehari-hari Jafaruddin mulai mencukupi dibanding saat menanam ganja dulu. Bekerja sama dengan Muslahuddin, menjadi pengalaman tersendiri bagi Jafaruddin.

"Sekarang Pak Mus sudah saya anggap sebagai ayah sendiri. Beliau juga banyak bantu saya. Sekarang saya berhenti jadi penanam ganja. Saya lebih baik hidup begini saja," ungkap Jafaruddin.

Muslahuddin sendiri tak menampik lahan yang dijadikannya perkebunan merupakan bekas ladang ganja. Menurutnya, pada tahun 80an, kawasan di sana memang terkenal dengan wilayah perkebunan ganja.

"Wilayah ini dulu juga ditanam ganja. Pernah ada yang cerita ke saya, itu dulu jual ganja bisa beli motor. Sekarang kalaupun ada ladang ganja sudah jauh dari pemukiman. Wilayah ini udah dianggap sebagai perkampungan," kata Muslahuddin.

[Gambas:Video 20detik]


Pria yang menanggalkan gaji Rp 75 juta di World Bank tersebut kini selain berkebun, juga membina 4 ribu petani berbagai macam komoditas dari seluruh Aceh. Dia bekerja secara suka rela. Sekitar Rp 1,5 miliar kini sudah dia habiskan untuk mengurus kebun miliknya dan membimbing para petani.

"Butuh modal banyak iya, saya juga cari duit di tempat lain juga untuk membiayai proses di samping hasil-hasil di kebun cukup membantu. Hasil di kebun jarang saya masukan ke kantong tapi saya putar lagi," jelas Muslahuddin.
(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed