DetikNews
Senin 19 Maret 2018, 13:20 WIB

Rhoma Irama Klaim Partainya Belum Diverifikasi KPU

Ibnu Hariyanto - detikNews
Rhoma Irama Klaim Partainya Belum Diverifikasi KPU Foto: Ketum Partai Idaman Rhoma Irama. (Samsdhuha Wildansyah-detikcom)
Jakarta - Partai Idaman menjalani sidang perdana gugatan terhadap keputusan KPU yang tidak meloloskan partai itu sebagai peserta Pemilu 2019. Partai Idaman menuding KPU melanggar UU dan Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK).

"Yang kami gugat ini pertama tentang pelanggaran yang dilakukan oleh KPU tentang keputusan MK bahwa seluruh partai politik harus diverifikasi," kata Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama usai sidang di PTUN, Pulo Gebang, Jakarta Timur, Senin (19/3/2018).


Rhoma mengatakan selama ini partainya belum pernah diverifikasi oleh KPU. KPU hanya melakukan penelitian adminstrasi.

"Ternyata kami sampai saat ini belum diverifikasi dan mereka menyatakan kami tidak lolos verifikasi, padahal kami belum diverifikasi. Yang dilakukan itu baru penelitian adminsitrasi saat pendaftaran," ujarnya.

Sementara itu, Kuasa hukum Partai Idaman Alamsyah Hanafiah menjelaskan salah satu faktor yang membuat Partai Idaman tidak lolos menurut KPU, ada data yang tidak jelas. Jika memang begitu, lanjut Alamsyah, KPU harusnya melakukan verifikasi untuk mengetahui data aslinya.

"Kalau ini dia (KPU) nyatakan tidak lolos verifikasi itu fotokopi KTP burem melalui sipol. Di sana burem lalu dinyatakan TMS atau tidak memenuhi syarat, termasuk (data) Rhoma Irama dan Sekjen (Ramdansyah) dinyatakan TMS alasan identitas tidak jelas. Tapi KPU tidak lakukan verifikasi, mencocokan dengan aslinya itu kan fotokopi harusnya cek mana aslinya itu namanya verifikasi," jelas Alamsyah.


Menurut Alamsyah, KPU harusnya melakukan verifikasi sesuai dengan keputusan MK. Sebab, dengan verifikasi bisa ditentukan partai tersebut lolos atau tidak.

"Jadi hal yang menyatakan partai itu lolos atau tidak harus diverifikasi tapi di sini dia tidak pernah verifikasi tapi sudah menyatakan tidak bisa jadi peserta pemilu," tuturnya.

Sidang perdana hari ini bergendakan pembacaan surat gugatan. Sidang akan dilanjutkan 21 Maret dengan agenda jawaban tergugat yaitu KPU.

Sementara, KPU yakin putusan Bawaslu menolak gugatan Partai Idaman sudah benar.

"Kita berkeyakinan bahwa putusan Bawaslu yang menolak permohonan Partai Idaman dalam proses sengketa kemarin itu sudah benar," ujar komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi saat dihubungi detikcom, Jumat (9/3).
(ibh/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed