DetikNews
Senin 19 Maret 2018, 13:13 WIB

Sidang Setya Novanto

Hakim ke Saksi: Pimpinan Golkar Sebelum Novanto Tak Terbuka?

Haris Fadhil - detikNews
Hakim ke Saksi: Pimpinan Golkar Sebelum Novanto Tak Terbuka? Saksi-saksi meringankan yang dihadirkan Setya Novanto dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta (Foto: Ari Saputra/detikcom)
FOKUS BERITA: Novanto Dieksekusi
Jakarta - Ketua Bidang Organisasi dan Daerah DPP Golkar Freddy Latumahina menyebut Setya Novanto sebagai sosok yang rendah hati dan terbuka ketika menjadi Ketua Umum Partai Golkar. Hal itu dipertanyakan majelis hakim.

Hal itu disampaikan Freddy ketika dihadirkan sebagai saksi meringankan dalam sidang Novanto. Selain Freddy, ada politikus Golkar lainnya yang dihadirkan yaitu Melki Laka Lena selaku Ketua DPD I Golkar NTT.

[Gambas:Video 20detik]


"Saya kenal Pak Novanto orangnya rendah hati. Membuka rumah, satu ciri partai Golkar ini berubah saat Pak Novanto pimpin. Rumahnya itu pukul 03.00 WIB pagi baru tutup. Kebetulan saya ketua bidang organisasi, ada pukul 24.00 WIB orang baru tiba dari daerah beliau buka rumah untuk melaporkan masalah," ujar Freddy di hadapan majelis hakim dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (19/3/2018).


"Satu malam beliau rata-rata tidur 3 jam. Saya komplain juga ke beliau bahwa itu sudah tidak bagus," imbuh Freddy.

Kemudian, menurut Melki, Novanto tidak pernah menerima 1-2 orang tamu saja, tetapi selalu dalam jumlah besar. "Pembicaraan itu jarang bertemu berdua. Pasti kalau di rumah atau di kantor sulit karena orang hilir mudiknya intens sekali kalau di tempat Pak Novanto," ujar Melki.

Keterangan Freddy dan Melki itu disampaikan keduanya ketika ditanya tim pengacara Novanto. Kemudian, majelis hakim bertanya ulang tentang keterangan keduanya.


"Apakah pimpinan partai Golkar yang sebelumnya tidak rendah hati? Tidak terbuka?" tanya hakim.

"Ada yang tidak rendah hati. Tidak semua orang rendah hati, yang mulia," ujar Freddy.

"Mungkin pada saat itu saya tidak mengenal dekat ketua umumnya. Jadi saya merasa seperti itu," kata Melki menjawab pertanyaan yang sama.

Selain 2 politikus itu, Novanto juga menghadirkan Dian Puji Simatupang sebagai ahli hukum keuangan serta seorang lagi dari DPR yaitu Kadir Johnson Rajagukguk sebagai Kepala Badan Keahlian DPR. Keempatnya diperiksa sebagai saksi meringankan untuk Novanto berkaitan dengan kasus korupsi proyek e-KTP.
(haf/dhn)
FOKUS BERITA: Novanto Dieksekusi
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed