DetikNews
Sabtu 17 Maret 2018, 22:25 WIB

Laporan Dari Sydney

ASEAN-Australia Teken MoU Penanggulangan Terorisme Siber

Aditya Mardiastuti - detikNews
ASEAN-Australia Teken MoU Penanggulangan Terorisme Siber Para pemimpin negara di KTT Istimewa ASEAN-Australia/Foto: Dok. Media Pool ASEANinAus
Sydney - Negara-negara anggota ASEAN dan Australia sepakat menandatangani Memorandum ofUnderstanding (MoU) kerja sama penanggulangan terorisme. Kerja sama ini fokus pada bidang teknologi untuk menghadapi penyebaran ideologi hingga pendanaan terorisme.

Penandatanganan MoU ini dilakukan dalam rangkaian KTT Istimewa ASEAN-Australia di International Convention Centre Sydney, Australia, Sabtu (17/3/2018).

MoU ini akan didukung oleh serangkaian program seperti penyusunan dan implementasi undang-undang penanggulangan terorisme dengan standar internasional. Akan ada juga lokakarya penggunaan barang bukti elektronik pada terorisme, dan penuntutan serta investigasi terkait kejahatan transnasional.

Kesepakatan ini juga meliputi program pertukaran intelijen analis keuangan multilateral ASEAN Austtralia, dan juga dialog serta forum regional ASEAN Australia sebagai mitra penegakan hukum.

MoU ini ditandatangani oleh Menlu Australia Julie Bishop dan Sekjen ASEAN Dato Lim Jock Hoi. Dalam sambutannya saat konferensi penanggulangan terorisme, Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull juga menyinggung soal bahaya terorisme di media sosial.

"Saat ini teroris di Suriah bisa memberikan perintah kepada komplotannya di Sydney atau Melbourne. Di mana instruksi detail tentang persiapan senjata dikirimkan melalui aplikasi terenkripsi dari Suriah ke seseorang di Australia," kata Turnbull.



"Hal ini menunjukkan seseorang bisa mengoperasikan dari jarak jauh, bergerak berdasarkan aplikasi pesan yang terenkripsi dengan cara yang sulit dideteksi dan tidak memiliki koneksi jaringan domestik, membuatnya sulit untuk dilacak tanpa yurisdiksi," imbuhnya.

Dia menyebut penggunaan media sosial dan aplikasi yang terenskripsi itu telah dimanfaatkan kriminal dan teroris untuk berkomunikasi, dan juga mencari pendanaan.

"Kita tidak bisa membiarkan dunia siber menjadi wilayah tanpa hukum," seru Turnbull.

Dengan MoU ini, Turnbull berharap masing-masing negara anggota ASEAN bisa saling berkontribusi untuk saling berbagi data intelijen teroris dan saling percaya antarnegara. Turnbull yakin dengan kerja sama ini bisa memerangi terorisme yang menganggu stabilitas keamanan Indo Pasifik.

"Percaya, berbagi dan saling berkolaborasi sangat penting (untuk menanggulangi terorisme). Mereka yang berusaha menyakiti kita, menggunakan teknologi seefektif mungkin. Mereka mampu beradaptasi dan bergerak dengan sangat gesit. Kita harus secepat dan selihai mereka," katanya.

"Kita lebih kuat ketika kita bekerja sama," ujar Turnbull.


(ams/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed