WNI Pelaku Skimming Direkrut 4 WNA di Tempat Hiburan Bali

Denita Br Matondang - detikNews
Sabtu, 17 Mar 2018 15:09 WIB
Kelima pelaku skimming hanya menunduk dan menutup muka saat rilis di Polda Metro Jaya (Foto: Denita Br Matondang/detikcom)
Jakarta - Seorang WNI terlibat dalam kasus pembobolan ATM bermodus skimming bersama 4 WNA. Perempuan bernama Milah Karmila (29) ini mengaku mengenal 4 WNA ini di sebuah tempat hiburan malam di Bali.

"Saya waktu itu cuma disuruh transfer, kenalnya di tempat hiburan di Bali," kata Milah di Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (17/3/2018).

Milah juga mengaku tidak mengetahui tidak mengetahui aksi kejahatan yang dilakukanke empat kenalannya itu. "Sebenarnya saya nggak tahu yang kayak ginian," ujar dia seraya menutup mukanya.


Wanita kelahiran Bandung ini menambahkan, dalam membantu aksi pelaku dia tak diberikan uang. "Kalau dikasih duit enggak, cuma makan-makan gitu aja sih," timpal Milah.

Milah ditangkap di salah satu hotel di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Meski tak terlibat langsung dalam aksi skimming, Milah tetap ditangkap. Pasalnya dia ikut membantu aktivitas pelaku.


"Dia ikut membantu menukarkan uang dari rupiah ke euro," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, di lokasi yang sama.

Atas ulahnya, dia kini ditahan oleh Polda Metro Jaya bersama 4 pelaku lain yakni FH (27) WN Hungaria, IRL (28) WN Rumania, RK alias LM (29) WN Rumania, dan CAS (34) WN Rumania.

Para pelaku ditangkap pada waktu dan tempat yang berbeda, yakni 3 lokasi di Tangerang yaitu di De Park Cluster Kayu Putih Blok AB6 No 3 Serpong, Bohemia Village 1 No 57 Serpong, dan Hotel Grand Serpong. Dan satu lokasi lagi di Hotel De'Max Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.


Polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1.484 kartu ATM, sejumlah alat skimming, 6 buku paspor, 1 laptop, sejumlah alat deep skimmer, 6 spy cam, 6 kartu memori, dan 5 hard disk. Para pelaku dijerat dengan tindak pidana pemalsuan sesuai pasal 263, 363 UU ITE dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun.

Pencurian dengan metode skimming adalah tindakan pencurian informasi kartu kredit atau debit dengan cara menyalin informasi pada strip magnetik kartu. Kasus pencurian bermodus skimming ini sempat heboh belakangan waktu di saat nasabah bank nasional kehilangan uangnya secara misterius setelah melakukan tarik tunai di ATM.

[Gambas:Video 20detik]

(jbr/nkn)