DetikNews
Sabtu 17 Maret 2018, 08:56 WIB

Harimau Bonita: Dikejar, Ditembak Bius, Menghilang

Audrey Santoso, Audrey Santoso - detikNews
Harimau Bonita: Dikejar, Ditembak Bius, Menghilang Harimau Bonita (Foto: Dok. BBKSDA Riau)
Pekanbaru - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau kehilangan jejak Bonita. Harimau betina yang telah 'diburu' selama dua bulan ini hilang di tengah kegelapan perkebunan sawit setelah Tim BBKSDA berhasil menembak bius dia.

"Situasi di lokasi kini mencekam, karena Bonita usai ditembak bius kini tak terpantau lagi. Bonita tak terpantau lagi di lapangan. Situasinya di tengah kebun kan gelap gulita. Jadi situasinya kini mencekam," kata Kepala BBKSDA Riau Suharyono saat dihubungi wartawan pada kemarin malam (16/3/2018).

Bonita berhasil ditembak bius di perkebunan sawit di Kecamatan Pelangiran, Indragiri Hilir (Inhil), Riau, kemarin malam. Lokasi tertembaknya Bonita dekat dengan box trap 3 dan 4, yang mendekati jalan poros perkebunan sawit.


Menembak bius Bonita adalah perintah yang dikeluarkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LH) Siti Nurbaya, dalam rangka menyelesaikan konflik antara Bonita dengan warga Indragiri Hilir (Inhil).

"Memang tidak ada cara lain karena harimaunya jalan-jalan. Maka harus ada tim patroli yang siap tembak bius," ucap Siti di Jakarta, Kamis (15/3).

Siti memerintahkan tim patroli tak membunuh Bonita. "Jadi kalau ada harimaunya ketahuan langsung tembak bius dan dirawat di konservasi," sambung dia.

BBKSDA menyebut Bonita memiliki perilaku menyimpang selaku satwa liar. Bonita dinilai telah nyaman dan terbiasa berpapasan dengan manusia. BBKSDA menduga kebiasaan Bonita yang suka 'pamer diri' gara-gara otaknya terserang virus.


Sebelumnya, pengejaran Bonita bermula dari kematian warga bernama Jumiati, seorang buruh kebun sawit pada awal 2018. Jumiati berpapasan dengan Bonita dan berusaha memanjat pohon sawit. Saat Jumiati memanjat, Bonita melompat menekerkam kakinya. Begitu terjatuh, harimau ini pun menyerang korban hingga tewas.

Bonita yang kerap tertangkap kamera berkeliara di kebun sawit lagi-lagi memakan korban. Pada 11 Maret lalu dia menyerang warga bernama Yusri Effendi hingga tewas. Yusri yang merupakan buruh bangunan diserang Bonita sekitar 20 km dari tempat dia menyerang Jumiati.

Menurut cerita rekan korban, mereka sedang mengerjakan bangunan saat bertemu Bonita pada Minggu sore. Bonita berada di bawah bangunan yang sedang mereka kerjakan. Melihat ada harimau di bawah, mereka memilih untuk bertahan di atas bangunan.


Hingga dua jam berlalu, mereka tetap berdiam diri di atas bangunan sampai hari gelap. Saat itu Bonita sudah tak terlihat, Yusri dkk pun turun. Namun baru melangkah 250 meter, Bonita muncul di hadapan mereka dan Yusri gagal melarikan diri.

Dua kali penyerangan oleh Bonita menebarkan rasa cemas dan takut warga sekitar. Sebuah sekolah yang berada dekat lokasi penyerangan, meliburkan anak muridnya dengan alasan keselamatan. Seorang santri tak berangkat mengaji karena takut dengan bonita. Ada pula yang mengeluhkan tak tenang mencari nafkah.
(aud/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed