Warga Tangkap Buaya Sepanjang 3 Meter di Kebun Sawit di Jambi

Ferdi - detikNews
Jumat, 16 Mar 2018 23:55 WIB
Ilustrasi penangkapan buaya (dok BKSDA Aceh)
Jambi - Warga Desa Catur Rahayu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, menangkap seekor buaya muara (Crocodylus porosus) sepanjang tiga meter di area kebun sawit.

Buaya betina tersebut ditangkap warga setelah dikabarkan nyaris menerkam seorang pekerja kebun sawit.

Buaya tersebut diketahui juga sedang bertelur. Proses penangkapan buaya tersebut memakan cukup waktu karena berlokasi di lahan gambut dan rawa-rawa.


Kepala Seksi Konservasi Wilayah III BKSDA Jambi Faried membenarkan penangkapan tersebut. Namun buaya tersebut belum diserahkan kepada pihak BKSDA Jambi.

"Ya memang benar ada penangkapan seekor buaya muara yang diamankan oleh warga. Hanya, setelah kita kerahkan tim ke lokasi, buaya itu sudah tidak ada lagi, yang ada hanya telur-telurnya saja," ujar Faried saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (16/3/2018).

Dia mengatakan saat ini petugas masih mencari keberadaan buaya tersebut. Buaya tersebut ditangkap warga Desa Catur Rahayu, Kelurahan Rantau Indah, Kecamatan Dendang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.


"Nanti kita akan coba koordinasi dengan warga sekitar apakah buaya masih diamankan atau sudah dilepaskan kembali," ujarnya.

Faried mengatakan kawasan perkebunan sawit tersebut sebelumnya memang merupakan habitat buaya muara. Sebab, lokasi tersebut adalah wilayah perairan dan masih berupa rawa-rawa.

"Namun setelah semakin berkembangnya zaman, lokasi tempat habitat buaya sudah dihuni oleh masyarakat-masyarakat sehingga buaya itu terkadang ada ditemukan warga di dekat rumahnya ataupun di area perkebunan kelapa sawit yang masih memiliki area gambut dan rawa," tuturnya.




Faried mengatakan buaya muara itu termasuk hewan yang dilindungi. Dia menduga buaya tersebut berada di area perkebunan karena air laut yang tengah pasang.

"Saya rasa, buaya muara yang terdampar dan ditemukan warga itu akibat dampak dari air pasang laut yang tinggi. Sehingga buaya muara itu terdampar ke area perkebunan masyarakat," jelasnya.

"Tetapi pada intinya, buaya-buaya muara yang berada di wilayah perairan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur itu tidak pernah mau mengganggu masyarakat di sana. Hanya saja, karena buaya itu dalam keadaan bertelur maka sifat agresifnya semakin tinggi," sambung Faried.


Faried mengimbau agar buaya muara tersebut segera diserahkan kepada pihak BKSDA Jambi. Buaya itu akan dievakuasi ke wilayah yang lebih aman.

"Apalagi buaya muara itu juga sedang bertelur, jadi bisa kita lakukan isolasi dan populasi buaya muara pun tidak berkurang dan dapat menghindari konflik antara manusia dan buaya," tukasnya. (jbr/jbr)