Air Mata Dewi Tumpah Lihat Rumah Reyotnya Kini Layak Huni

Air Mata Dewi Tumpah Lihat Rumah Reyotnya Kini Layak Huni

Raja Adil Siregar - detikNews
Jumat, 16 Mar 2018 13:38 WIB
Palembang - Air mata Dewi (39) tumpah saat melihat gubuk reyot kini berubah menjadi 'istana'. Rumah barunya itu dibedah rumah oleh anggota TNI dari Kodim 0418 Palembang. Rumah itu berada di Jalan Puding, Kamboja, Ilir Timur I Kota Palembang.

"Ini merupakan bentuk kepedulian TNI pada masyarakat kurang mampu dan salah satunya adalah ibu Dewi. Kita ini hidup bersosial, jadi jangan segan untuk menyampaikan kesusahan, barang kali ada yang bisa kami bantu," kata Dandim 0418 Palembang, Letkol Inf Ramos Herlandes saat ditemui di rumah Dewi, Jumat (16/3/2018).

Bedah rumah dilakukan setelah pihaknya mendapat informasi keberadaan rumah Dewi yang tak layak huni dari media massa. Dewi merupakan janda beranak 3 yang hanya bekerja sebagai buruh cuci pakaian dengan penghasilan Rp 550 ribu/bulan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melihat kondisi Dewi ini, prajurit TNI dari Kodim lagsung melakukan bedah rumah rumah. Prajurit TNI kerja siang malam layaknya 'sangkuriang' mengejar targer agar rumah Dewi dapat segera dihuni kembali.

"Awalnya kita targetkan dalam waktu 7-15 hari sudah selesai. Alhamdulillah tepat dua minggu atau pada hari Jumat yang berbahagia ini bersamaan dengan HUT Persit ke-72, kami dapat melakukan serah terima kunci rumah ibu Dewi," kata Ramos.

"Tentu ini merupakan langkah awal bagi keluarga ibu Dewi untuk dapat menatap kehidupan yang lebih baik ke depan. Serta dapat mengurus ketiga anaknya di rumah yang sudah layak huni agar menjadi orang yang lebih bermanfaat bagi keluarganya," kata Ramos lagi.

Sementara itu, Camat Ilir Timur I Kota Palembang Agus Rizal mengatakan, sebenarnya mereka sudah melakukan kunjungan untuk membedah rumah Dewi pada Sebtember tahun lalu. Namun saat itu rencana mereka urung karena terkendala tanah hak milik.

"Bulan September sudah sempat kami kunjungi, tapi terkendala persoalan hak milik tanah. kemarin semua keluarga sudah sepakat di kantor kami untuk menyerahkan tanah waris keluarga ini pada ibu dewi dan anak-anaknya dengan menerbitkan surat pengakuan hak kepemilikan tanah," kata Rizal.

Dalam kesempatan yang sama, air mata Dewi terus tumpah saat melihat rumah sudah berdiri kokoh. Bahkan semua isi rumah terlihat sudah lengkap. Mulai dari kursi, tempat tidur, lemari dan peralatan rumah tangga lainnya.

"Saya tidak bisa banyak ngomong Pak, hanya terima kasih saya ucapkan pada bapak dan ibu tentara. Saya terima kasih," kata Dewi yang terlihat terus menangis.

Sebelum menerima kunci rumah, Dewi mengaku sempat berziarah ke makam almarhum suaminya, Effendi di TPU Kamboja.

"Tadi pagi saya ke makam dulu. Saya ceritakan kalau rumah yang mau dibangun dulu sama suami saya sudah selesai sekarang. Anak-anak tidak lagi kebocoran saat tidur malam dan dapat belajar lebih rajin," tutup Dewi.

Sebagaimana diketahui, Dewi tinggal bersama ketiga buah hatinya Saputra Wijaya (14), Septian Wijaya (13) dan Sri Putri Indriyani (12) di rumah tak layak huni sejak dua tahun terkahir. Suaminya yang saat itu bekerja sebagai penggali kuburan meninggal dunia setelah mengalami serangan jantung.

Usai ditinggal suaminya, kehidupan mereka mulai terkatung-katung dan kondisi rumah warisan itu pun mulai memprihatinkan. Kehidupan keluarga Dewi viral di media dan langsung mendapat respon dari Kodim 0418 Palembang dan pemerintah kota. (asp/asp)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini
Selengkapnya



Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Ajang penghargaan persembahan detikcom bersama Polri kepada sosok polisi teladan. Baca beragam kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini.
Hide Ads