Kasus Emirsyah, Aktor 'Catatan Si Boy The Series' Diperiksa KPK

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Jumat, 16 Mar 2018 10:30 WIB
Le Roy Osmani dipanggil KPK terkait kasus suap yang menjerat Emirsyah Satar (Foto: Nur Indah Fatmawati/detikcom)
Jakarta - Le Roy Osmani dipanggil penyidik KPK berkaitan dengan kasus dugaan korupsi yang menjerat Emirsyah Satar. Le Roy merupakan salah satu aktor yang berperan sebagai Pak Sahid atau ayah dari Si Boy di serial 'Catatan Si Boy The Series' yang pernah disiarkan di salah satu stasiun televisi swasta.

Dari pantauan, Le Roy tampak tiba di KPK pukul 09.44 WIB, Jumat (16/3/2018). Le Roy yang mengenakan kemeja batik warna cokelat tersebut terlihat mendaftar di bagian resepsionis kemudian duduk di lobi KPK.


Dari jadwal pemeriksaan di KPK, nama Le Roy tercantum sebagai seniman untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan mesin dan pesawat Garuda. Selain Le Roy, ada 3 orang lainnya yang juga dipanggil sebagai saksi yaitu Vice President (VP) Service Planning & Development PT Garuda Indonesia Prijastono Purwanto, President Commissioner PT Samuel Sekuritas Indonesia Suharta Herman Budiman, serta seorang wiraswasta bernama Tience Sumartini.

Kasus Emirsyah, Aktor 'Catatan Si Boy The Series' Diperiksa KPKTience Sumartini duduk paling kiri (Foto: Nur Indah Fatmawati/detikcom)

"Keempat saksi tersebut diagendakan diperiksa atas tersangka ESA (Emirsyah Satar)," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan.

Dalam jadwal pemeriksaan di KPK, nama Le Roy disebut sebagai seniman. Namun, KPK sejauh ini belum menyebutkan apa kaitan Le Roy dengan kasus yang menjerat Emirsyah Satar tersebut.


Emirsyah Satar ditetapkan sebagai tersangka karena menerima suap terkait pengadaan mesin pesawat Rolls-Royce dan pesawat Airbus SAS untuk PT Garuda Indonesia. Emirsyah diduga menerima suap lewat Soetikno Soedarjo, yang merupakan beneficial owner Connaught International Pte Ltd.

Suap itu diberikan Soetikno dalam bentuk uang sejumlah 1,2 juta euro dan USD 180 ribu. Selain uang, Emirsyah diduga menerima suap dalam bentuk barang yang tersebar di Indonesia dan Singapura senilai USD 2 juta. (nif/dhn)