DetikNews
Kamis 15 Maret 2018, 08:04 WIB

Vicky Shu di Sidang First Travel dan Sindiran Orang Kaya Baru

Yulida Medistiara - detikNews
Vicky Shu di Sidang First Travel dan Sindiran Orang Kaya Baru Vicky Shu (Foto: Noel/detikHOT)
Jakarta - Vicky Veranita alias Vicky Shu menjadi saksi dalam sidang bos First Travel. Selain itu ada pula saksi lainnya, Zuherial yang merasa kecewa karena gagal berangkat umrah dengan First Travel meski sudah melunasi pembayaran.

Zuherial tetap menuntut uang yang sudah disetorkan dikembalikan. Zuherial menyindir bos First Travel itu dengan sebutan orang kaya baru.

"Kita tetap (menuntut First Travel) mengembalikan uang," ujar Zuherial dalam sidang lanjutan bos First Travel di Pengadilan Negeri Depok, Jl Boulevard Nomor 7, Cilodong, Rabu (14/3/2018).

Awalnya Zuherial telah mendaftarkan 4 orang anggota keluarganya untuk umroh dan melunasi semua biaya perjalanan pada Januari 2016. Bahkan ia menggunakan uang pensiunnya untuk memberangkatkan umrah keluarganya.


Di masa tunggu keberangkatan, purnawirawan polisi ini diminta membayar uang tambahan yang disebut biaya administrasi. Tapi keberangkatan, yang dijadwalkan pada Maret 2017, tak pernah terealisasi. Saat datang ke kantor First Travel, Zuherial malah diminta membayar lagi sebesar Rp 2,5 juta.

Zuherial menuntut agar uang pembayaran umrah dikembalikan. Di persidangan Zuherial mengomentari bos First Travel Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan yang menjadi terdakwa.

"Saya sedih, Pak Andika. Andika sebenarnya masa depannya bisa cemerlang, tapi uang jemaah ditipu, saya sabar. Aduh apalagi Anniesa ini orang kaya baru, nih. Kalau nggak bisa balikin (uang), saya minta dihukum seberat-beratnya, Yang Mulia," ujar Zuherial.

Saksi lainnya, Vicky Shu menegaskan dirinya hanya jemaah umrah First Travel. Vikcy Shu mengaku pada umroh pertama ia membayar Rp 34 juta.

"Saya jemaah juga bayar. Bayar Rp 34 juta," kata Vicky kepada wartawan," di ruang sidang Pengadilan Negeri Depok, Jl Boulevard No 7, Cilodong, Rabu (14/3/2018).

Menurut Vikcy Shu, perjalanan pertamanya membayar sebagai jemaah, namun umrah kedua gratis.


"Kebetulan saat itu tidak ada pembayaran, karena saya niat berangkat umrah dan saya sebelumnya sudah berangkat. Kebetulan saya di sana untuk ketemu jemaah dan foto bersama dan ada testimoni juga," ujar Vicky.

Saat ditanya hakim, Vicky Shu membenarkan dirinya diajak istri bos First Travel Andika Surachman, Anniesa Hasibuan. "Kurang-lebih ada kerjaan," sebutnya.

Dalam sidang, Vicky Shu menyebut bertemu dengan Merry Putrian pada perjalanan umroh keduanya. Pertemuan itu saat diminta mempromosikan First Travel.

"Merry Putrian," kata Vicky bersaksi dalam sidang lanjutan bos First Travel di Pengadilan Negeri Depok, Jl Boulevard Nomor 7 Cilodong, Depok, Rabu (14/3/2018).

Vicky Shu mengatakan dirinya diminta mempromosikan First Travel dengan menampilkan testimoni yang diupload di Youtube First Travel dan Instagram. Vicky menyebut Merry Putrian sama-sama menjadi presenter saat mewawancarai jemaah umrah First Travel. Umrah kedua ini dilakukan pada 3-9 Maret 2017.


"Kurang-lebih videonya saya seperti presenter interview langsung jemaah, tanya kesan jemaah," sambungnya.

Persiapan syuting wawancara jemaah umrah dijelaskan Vicky Shu diatur oleh pihak First Travel. Vicky mengaku mendapat arahan mengenai materi pertanyaan yang ditujukan ke jemaah.

Vicky Shu mengaku mau mempromosikan First Travel karena diminta Anniesa Hasibuan, orang yang dikenalnya saat bertemu di New York. Anniesa mulanya mengajak Vicky Shu mengikuti perjalanan umrah dengan biaya Rp 34 juta.

Soal promosi First Travel, tak ada kesepakatan atau surat perjanjian. Vicky Shu mengaku tidak dibayar untuk permintaan ini. Atas dasar pertemanan, Vicky Shu mau membantu Anniesa.


Vicky Shu mengaku turut terkena imbas terkait kasus yang menyeret bos First Travel. Ia mengaku mendapat komplain dari calon jemaah yang gagal berangkat.

"Saya ada komplain beberapa korban menanyakan ke saya kebetulan mereka jemaah promo minta tanyain 'kapan saya berangkat'," ujar Vicky Shu.

Ada 63.310 calon jemaah yang jadi korban karena gagal berangkat umrah dengan janji jadwal keberangkatan November 2016-Mei 2017. Akibat gagal berangkat, kerugian calon jemaah mencapai hampir Rp 1 triliun.

Ada sejumlah cara yang dilakukan bos First Travel untuk menjaring calon jemaah umrah sebanyak-banyaknya. Menurut jaksa, bos First Travel membuka cabang di Medan; Kebon Jeruk, Jakbar; TB Simatupang, Jaksel; Bandung; Sidoarjo; dan Bali.

Dibentuk juga jaringan pemasaran meliputi seluruh wilayah Indonesia dengan cara merekrut agen kemitraan yang tersebar di seluruh Indonesia yang jumlahnya sebanyak 1.173 orang dan di antaranya aktif sebanyak 835 orang.

Selain para terdakwa menurut jaksa menggunakan artis untuk mempromosikan First Travel.
(yld/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed