DetikNews
Rabu 14 Maret 2018, 22:05 WIB

Deretan Ironi Pengusutan Kasus Novel Baswedan

Idham Kholid - detikNews
Deretan Ironi Pengusutan Kasus Novel Baswedan Novel Baswedan ketika tiba di rumah dari KPK (Foto: Indra Komara/detikcom)
Jakarta - Setahun berlalu, pelaku penyerangan air keras ke penyidik KPK Novel Baswedan masih gelap dan belum terungkap. Di sisi lain, Polda Metro Jaya menyebut sudah menerjunkan 166 penyidik di kasus itu.

Novel disiram air keras pada 11 April 2017 di kompleks rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Novel kemudian menjalani perawatan di Singapura.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian hari ini mendapat sindiran tajam dari Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP Arteria Dahlan terkait kasus itu dalam dalam rapat kerja Komisi III DPR dan Polri di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/3/2018). Kasus ini tak kunjung terungkap, padahal sudah hampir satu tahun terjadi.


"Pak Kapolri, alhamdulillah, kita mau merayakan hari ulang tahun satu tahun Pak Novel Baswedan. Itu tidak terselesaikan kasusnya," kata Arteria.

Arteria tak mau masyarakat menjadi tidak percaya terhadap kerja Polri. Sehingga, muncul desakan pembentukan tim gabungan pencari fakta (TGPF).

Arteria mengakui Komisi III memang kerap berbeda pendapat dengan KPK. Namun bukan berarti mereka ingin penyidik mitra kerjanya itu celaka.


"Acap kali kami berselisih, berhadap-hadapan dengan KPK, tapi penegakan hukum ya itu juga harus berkepastian, tidak boleh ada sedikit pun serangan terhadap penegak hukum," jelasnya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz menyebut pihaknya serius mengungkap kasus teror ke Novel. Idham mengatakan ada 166 penyidik yang dikerahkan untuk mengungkap teror itu.

"Saya membentuk satuan tugas khusus untuk penanganan kasus Novel ini dengan membentuk 166 penyidik yang khusus mengerjakan kasus ini," ujar Idham di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/3).

Idham menyatakan pihaknya masih berupaya. Sampai hari ini, polisi telah memeriksa 68 saksi dan 38 CCTV kerja sama dengan AFP untuk analisis.

"(Sudah) 91 toko kimia yang sudah kita lakukan pemeriksaan," imbuh dia.


Idham meyakinkan pihaknya terus bekerja mengungkap kasus teror penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Dia meminta semua pihak mempercayakan pengusutan kasus ini kepada Polda Metro Jaya.

Polisi juga menerima laporan via saluran siaga (hotline) soal pria yang berwajah mirip salah satu sketsa terduga peneror Novel. Namun pria yang berinisial A itu tak berkaitan dengan kasus penyiraman air keras Novel.

"Kakaknya ngelihat sketsa itu di Facebook Ditkrimum, ini kok mirip adik saya yamg namanya A inisialnya. Setelah kita cek kembali, dia bilang dia dikejar-dikejar orang gitu loh. Jadi beda kaitan (beda kasusnya) toh akhirnya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di kantornya, Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (2/3).


Polda Metro Jaya telah menyebar 4 sketsa terduga pelaku penyiraman air keras itu. Namun Novel mengaku tidak bisa melihat keempat sketsa tersebut.

Menurut Novel, keempat sketsa itu tidak perlu ditunjukkan pula padanya karena saat peristiwa teror, Novel memang tidak melihat pelaku. Selain itu, saat ini kondisi Novel tidak memungkinkan untuk melihat sketsa wajah itu.

"Yang pertama, saya tidak melihat secara langsung (pelaku yang menyiramkan air keras padanya), saksi lain saya kira banyak yang melihat. (Kedua) Saya punya kendala di penglihatan," ucap Novel yang ditemani istrinya, Rina Emilda, saat menyampaikan keterangan pers di kediamannya, Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (27/2).



(idh/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed