DetikNews
Selasa 13 Maret 2018, 23:45 WIB

Selain Novel, 2 Penyidik KPK Disebut Alami Penyerangan Air Keras

Faiq Hidayat - detikNews
Selain Novel, 2 Penyidik KPK Disebut Alami Penyerangan Air Keras Foto: Novel Baswedan di Komnas HAM (Faiq-detikcom)
Jakarta - Penyidik KPK Novel Baswedan menyampaikan ada dua orang penyidik KPK yang juga mengalami penyerangan air keras. Penyerangan ini terjadi sebelum peristiwa yang dialami Novel pada 11 April 2017 lalu.

Hal itu disampaikan Novel Baswedan saat menjalani pemeriksaan tim pemantauan kasus teror air keras yang dibentuk Komnas HAM. Novel selama pemeriksaan tim tersebut didampingi tim kuasa hukumnya.


"Bahkan tidak hanya Mas Novel, penyerangan air keras juga dilakukan terhadap pegawai KPK. Dua orang disiram air keras mobilnya dan ada juga perusakan barang terkait tugas dia di KPK yang sedang menyidik diduga orang kuat," ujar kuasa hukum Novel, Alghiffari Aqsa, saat jumpa pers di kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhary, Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Namun Alghiffari enggan menyebutkan dua pegawai KPK yang juga mengalami penyerangan air keras. Dia juga berharap KPK terbuka mengenai dua penyidik tersebut.


"Mengenai nama, saya tidak bisa memberikan nama karena akan menyangkut keamanan dari yang bersangkutan. Itu justru kami meminta rekan-rekan media untuk menanyakan kepada KPK untuk dibuka ke publik karena biar tahu apa ancaman dan modus. Lalu bagaimana penyelesaiannya, apakah dilaporkan kepolisian atau tersangka siapa, apa sudah diselesaikan oleh kepolisian," ujar Alghiffari.

Dia meminta KPK juga mengungkap kasus dua penyidik tersebut yang mengalami penyerangan air keras seperti Novel Baswedan. Sebab, menurutnya kasus penyerangan itu sudah dilaporkan ke pihak kepolisian, namun belum diketahui perkembangannya.


"Ternyata ada banyak lain dan ini tidak dibuka oleh KPK ke publik. Dan ketika dilaporkan kepolisian dan ada beberapa yang tidak tuntas ya sampai sekarang. Nah ini penting juga media untuk tanyakan ke KPK sehingga publik tahu dan meminta pertanggungjawaban kepada polisi juga kasus yang sudah dilaporkan," ucap dia.
(fai/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed