DetikNews
Selasa 13 Maret 2018, 18:12 WIB

Air Tanah Kalideres Asin, PAM Jaya: Warga Tolak Sistem Tandon Air

Arief Ikhsanudin - detikNews
Air Tanah Kalideres Asin, PAM Jaya: Warga Tolak Sistem Tandon Air Foto: Dirut PAM Jaya Erlan Hidayat (istimewa)
Jakarta - Masyarakat di Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat, menginginkan dipasangnya air pipa PAM karena air tanah mereka asin. Perusahaan PAM Jaya baru bisa menyediakan di tahun 2019.

"Belum (terpasang pipa), masyarakat menolak pelayanan tandon air. Sementara, kami mempelajari dari mana air dan pipanya," ucap Direktur Utama PAM Jaya, Erlan Hidayat, saat dihubungi detikcom, Selasa (13/3/2018).

Erlan mengatakan, daerah tersebut memang kekurangan air bersih. PAM Jaya baru bisa menyalurkan air bersih melalui pipa setelah Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengelolaan Air di Hutan Kota selesai.


"Karena itu selama ini dibantu dengan tandon air. Tapi karena masyarakat tidak mau pakai metode tandon air untuk sementara, ya terpaksa menunggu sampai (WTP) Hutan Kota selesai awal 2019 nanti," kata Erlan.

Sementara itu, Humas PAM Jaya, Melinda mengatakan PAM Jaya baru menjangkau 60 persen wilayah DKI Jakarta.

"Untuk cakupan, wilayah pelayanan PAM saat ini sebesar 60% dengan jumlah pelanggan sekitar 839.000-an pelanggan," kata Melinda, saat dihubungi terpisah.


Sebelumnya, masyarakat di Jalan Jambu Air, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat mengeluhkan air tanah mereka asin. Mereka sudah lama berharap agar wilayah mereka bisa tersentuh air PAM.

"Airnya (air tanah) asin, makanya saya nyuci di sungai. Saya belum ditawari air PAM. Padahal kan air PAM lebih bersih dari air tanah," ucap salah satu warga bernama Idah saat ditemui di rumahnya di Jalan Jambu Air, Pegadungan, Jakarta Barat.
(aik/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed