DetikNews
Selasa 13 Maret 2018, 17:12 WIB

Air Tanah Asin, Warga Kalideres Curhat Minta Air PAM

Arief Ikhsanudin - detikNews
Air Tanah Asin, Warga Kalideres Curhat Minta Air PAM Instalasi pengolahan air Palyja di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat (Rengga Sancaya/detikFoto)
Jakarta - Masyarakat Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat, masih menggunakan air tanah meski terasa asin. Mereka menginginkan air PAM yang bersih, namun hingga kini belum terealisasi.

"Airnya asin, makanya saya nyuci di sungai. Saya belum ditawari air PAM. Padahal kan air PAM lebih bersih dari air tanah," ucap warga bernama Idah saat ditemui di rumahnya, Jalan Jambu Air, Pegadungan, Jakarta Barat, Selasa (13/3/2018).

Karena kendala itu, masyarakat Pegadungan membeli air bersih dari tukang air keliling. Air itu digunakan untuk memasak, sedangkan kegiatan mencuci, mereka melakukannya di tepi Kali Maja.

"Beli air pikulan. Satu pikul Rp 5.000," kata Idah.


Pihak Kelurahan Pegadungan mengamini wilayahnya memiliki masalah ketersediaan air PAM. Masalah ini, menurut Lurah Pegadungan Sulastri, sudah disampaikan kepada pihak-pihak terkait agar segera ditangani.

"Sudah koordinasi dengan Palyja, dengan PDAM, ada juga perusahaan air swasta," ucap Sulastri saat dihubungi terpisah.

Ia mengatakan wilayahnya kesulitan mendapat air PAM karena tidak adanya pipa-pipa PAM untuk mengalirkan air. "Kita berharap segera di TL (tindak lanjut) sehingga warga bisa menggunakan air bersih," ucap Sulastri.


Sementara itu, beberapa perumahan di daerah Pegadungan mengambil air tanah yang asin tapi disuling.

"Bedanya, mereka ada proses penyulingan. Jadi bagaimana air asin diubah menjadi layak untuk diminum," ucap Sulastri.

Sementara itu, salah satu perusahaan air minum, PAM Jaya, mengatakan belum semua wilayah Kalideres masuk jangkauan air bersih.

"Tapi memang wilayah Kalideres itu kan wilayah (perusahaan air) Palyja. Jadi kami akui saja, untuk wilayah Kalideres, airnya fluktuatif. Ada wilayah di sana yang belum. Karena itu wilayah titik terjauh dari air kita sendiri," ucap juru bicara PAM Jaya, Melinda, saat dihubungi terpisah.

Terkait masalah ini, pihak PT Palyja mengatakan akan mengecek terlebih dahulu masalah di sana.

"Terima kasih infonya. Saya akan segera tindak lanjuti ke bagian terkait. Akan saya sampaikan informasinya. Terima kasih," ucap Media Relations Head Palyja Ade Rifelino.

Sebelumnya, Sandiaga mengingatkan warga untuk menghentikan penyedotan air tanah. Dia meminta warga segera beralih menggunakan air PAM.

"Rumah-rumah juga karena masih banyak sekali rumah yang mengambil air, termasuk rumah saya, jadi kita matikan. Palyja sudah masuk dan kita mau sekarang seluruh masyarakat saling mengingatkan untuk setop ambil air tanah," jelas Sandiaga di Gedung Teknis, Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, pagi tadi.
(aik/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed