3 Calon Deputi KPK dari Polri Disebut Punya Rekam Jejak yang Baik

Audrey Santoso - detikNews
Senin, 12 Mar 2018 17:55 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal (Audrey/detikcom)
Jakarta - Polri mengajukan tiga perwira tinggi berpangkat brigadir jenderal (brigjen) untuk jadi kandidat Deputi Penindakan KPK. Ketiganya dinilai memiliki bekal pengalaman yang cukup di bidang reserse dan kepemimpinan.

"Mereka punya rekam jejak atau track record yang baik. Berpengalaman di bidang reserse, berpengalaman juga sebagai kepala satuan wilayah karena tentunya nanti kemampuan manajerialnya, leadership-nya dibutuhkan di KPK," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (12/3/2018).


Iqbal mengatakan ketiganya memiliki kemampuan mengisi jabatan Deputi Penindakan KPK. Polri juga menyebut tiga perwira tingginya itu memiliki integritas tinggi.

"Capable dan integritasnya tak diragukan. Contohnya Brigjen Firli, yang saat ini menjadi Kapolda NTB. Yang bersangkutan punya track record baik. Pernah di Reserse Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Tengah, itu adalah polda-polda besar yang penanganan kasus yang baik," sebutnya.

"Juga Brigjen Toni Hermanto, pernah menjabat Direktur Reserse Polda Metro Jaya. Jadi semua kasus besar sudah pernah ditangani Pak Toni. Baik kasus tindak pidana umum maupun khusus. Lalu Pak Hasyim Gani juga," lanjutnya.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah sebelumnya menyebutkan 13 nama polisi dan jaksa yang mengikuti lelang jabatan Deputi Penindakan KPK dan Direktur Penindakan KPK.

"Firli, Abdul Hasyim Gani, Toni Harmanto, Andy Hartoyo, Djoko Poerwanto, Edy Supriyadi (dari unsur Polri). Kemudian (dari unsur kejaksaan) Feri Wibisono, Heffinur, Tua Rinkes Silalahi, Wisnu Baroto, Fadil Zumhana, Witono, dan Fadil Zumhana," ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Minggu (11/3/2018).

Posisi Deputi Penindakan KPK memang telah ditinggalkan Heru Winarko, yang kini telah menjabat Kepala BNN. Sedangkan jabatan Direktur Penyidikan KPK akan segera kosong lantaran Aris Budiman disebut akan kembali ke Polri. (aud/idh)