DetikNews
Senin 12 Maret 2018, 17:49 WIB

Sidang Setya Novanto

Dari 150 Juta e-KTP, Hanya Sekitar 7 Juta yang Sudah Diaktivasi

Faiq Hidayat - detikNews
Dari 150 Juta e-KTP, Hanya Sekitar 7 Juta yang Sudah Diaktivasi Suasana persidangan Setya Novanto (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Bob Hardian Syahbuddin, ahli komputer dan informatika Universitas Indonesia (UI), menyebut hanya 7,4 juta pemohon e-KTP yang terverifikasi dan teraktivasi dari 150 juta pemohon. Verifikasi dan aktivasi, disebut Bob, harus dilakukan agar data di e-KTP dapat terbaca oleh mesin.

"Proses ini tidak dilakukan dari 150 juta lebih yang diaktivasi dan verifikasi. Yang saya lihat cuma 7,4 juta yang diaktivasi," ujar Bob Hardian, yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara korupsi proyek e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (12/3/2018).


Menurut Bob, proses e-KTP awalnya adalah personalisasi atau memasukkan data pemohon, kemudian dilanjutkan dengan pengecekan sidik jari serta iris mata. Setelah itu, lanjut Bob, proses yang dilakukan adalah verifikasi dan aktivasi yang, menurut Bob, baru dilakukan terhadap 7,4 juta pemohon e-KTP.

"(Proses aktivasi dan verifikasi untuk) memastikan apakah data yang dimasukkan ke e-KTP sudah benar atau tidak dan memastikan apakah orang yang menerima benar yang bersangkutan. Waktu aktivasi dan verifikasi, yang bersangkutan harus datang untuk cek sidik jari di e-KTP," ujar Bob Hardian.


Apabila proses aktivasi dan verifikasi itu tidak dilakukan, menurut Bob, data di e-KTP tidak akan terbaca. Selain itu, menurutnya, sidik jari pemohon e-KTP tidak akan cocok di mesin fingerprint.

"Artinya, bisa jadi e-KTP tidak bisa dibaca karena masih terkunci. Tapi sebenarnya, bisa juga reader-nya didesain khusus, jadi saat membaca, reader mengaktivasi dulu. Tapi verifikasi tidak bisa dilakukan, orang yang bersangkutan tidak bisa mencocokkan sidik jari dengan finger," kata Bob.
(dhn/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed