Jadi Kandidat Deputi di KPK, Brigjen Firli: Jika Terpilih Saya Siap

Audrey Santoso - detikNews
Senin, 12 Mar 2018 16:56 WIB
Foto: Gedung KPK. (Rachman Haryanto-detikcom)
Jakarta - Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Brigjen Firli jadi salah satu kandidat Deputi Penindakan di KPK. Firli mengaku siap melaksanakan tugas jika terpilih nanti.

"Jika nanti saya yang dianggap memenuhi persyaratan, selaku abdi negara, tentu saya siap dan mengerahkan seluruh kompetensi tenaga dan pikiran yang saya miliki," kata Firli saat dihubungi detikcom, Senin (12/3/2018).


Saat ini, Firli masih mengikuti tahapan seleksi oleh KPK. Firli enggan berkomentar banyak mengenai proses seleksi tersebut.

"Saya follow the rule saja. KPK punya mekanisme," ujar dia.

Mengenai apa terobosan yang akan dibawanya jika mendapatkan jabatan Deputi Penindakan, Firli enggan menjelaskan. Dia menerangkan saat ini menunggu hasil seleksi.

"Tentu kita tidak boleh berandai-andai. Kita ikuti mekanisme yang berlaku. Kita tunggu saja keputusan dari pihak KPK," ucap dia.

"Saya kan masih mengikuti tahapan seleksi, jadi tentu pihak KPK lebih mengetahui siapa yang memenuhi persyaratan," sambung Firli.


Sebelumnya, Polri dan Kejaksaan telah memberikan sejumlah nama untuk diseleksi menjadi Deputi Penindakan serta Direktur Penyidikan KPK. Dari Polri ada 6 nama, sedangkan Kejaksaan mengajukan 7 nama. Siapa saja?

Informasi resmi yang didapatkan dari KPK, 13 nama itu telah diterima. Sebagian besar dari nama-nama itu bukanlah nama asing di lingkungan KPK lantaran pernah ditugaskan institusi masing-masing ke lembaga antirasuah itu sebelumnya.

"Firly, Abdul Hasyim Gani, Toni Harmanto, Andy Hartoyo, Djoko Poerwanto, Edy Supriyadi (dari unsur Polri). Kemudian (dari unsur Kejaksaan) Feri Wibisono, Heffinur, Tua Rinkes Silalahi, Wisnu Baroto, Fadil Zumhana, Witono, dan Fadil Zumhana," ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Minggu (11/3). (aud/idh)