Sekda Wonogiri Diperiksa soal Korupsi Operasi Kembar Siam

Sekda Wonogiri Diperiksa soal Korupsi Operasi Kembar Siam

- detikNews
Senin, 27 Jun 2005 14:56 WIB
Semarang - Kasus dugaan penggelapan dana bantuan operasi kembar siam Sri Maryati dan Sri Maryani yang melibatkan Bupati Begug Purnomosidi berlanjut. Sekda Wonogiri Mulyadi mulai diperiksa di Mapolda Jateng, Jl. Pahlawan Semarang, Senin (27/6/2005).Menurut jadwal, selain Mulyadi, Polda Jateng menghadirkan tiga pejabat lainnya yakni Asisten Sekda Adi Sutanto, Kabag Humas Eko Muslich, dan Kabag Sosial Ekonomi Suparno. Tapi hingga batas waktu yang ditentukan, hanya Mulyadi yang datang.Dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh Kasat Opsnal IV Ditreskrim Polda Jateng AKP Suhartono itu, Mulyadi memang mengetahui adanya surat edaran bupati untuk menggali dana bantuan operasi kembar siam. Surat edaran itu keluar sekitar tanggal 23 Januari.Mulyadi menyatakan, dari rekening BPD Jateng Cabang Wonogiri bernomor 2011.244.924 itu terkumpul dana sebesar Rp 11.960.498,00. "Yang tahu banyak soal mekanisme masuknya dana adalah Bagian Sosial Ekonomi. Saya tidak tahu menahu," katanya usai pemeriksaan.Begitu juga ketika ditanya masalah mekanisme penyaluran dana, Mulyadi mengaku tidak tahu. Pasalnya, pada saat dana seharusnya mulai dikucurkan sekitar bulan Februari, dirinya belum menjadi Sekda. "Saya tidak tahu soal itu," imbuhnya pendek.Seperti diketahui, bayi kembar siam itu lahir 17 Januari lalu. Seluruh dana operasinya ditanggung anggota DPR RI Sumaryoto yang kini menjadi orang tua angkat Sri Maryani dan Sri Maryati. Kasus penggelapan itu dilaporkan ke Polda Jateng 16 Juni lalu.Dalam melaporkan kasusnya, orangtua kedua bayi yang beralamat di Dukuh Pencil, Rejosari, Jatisrono itu didampingi tiga penasehat hukum yakni Eko Haryanto, Putra Satuhu, dan Dwi Saputra. Mereka meminta pertanggungjawaban Bupati Begug Purnomosidi atas tidak terkucurnya dana bantuan operasi tersebut. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads