DetikNews
Jumat 09 Maret 2018, 09:51 WIB

Jejak Amien Rais 'di Seberang' Jokowi

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Jejak Amien Rais di Seberang Jokowi Amien Rais (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Nama Amien Rais belum redup dari perpolitikan nasional. Mantan Ketua MPR itu kerap melontarkan beragam kritik terhadap kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Posisi Amien yang berhadapan dengan Jokowi setidaknya bisa ditarik dari Pilpres 2014. Kala itu, Amien mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Jarak Amien semakin berseberangan saat Jokowi terpilih sebagai sebagai presiden. Amien selalu menyampaikan kritik pedasnya terhadap kinerja pemerintahan saat ini.

Amien juga tampil di barisan depan saat kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mulai mencuat. Mantan Ketum PAN itu menjadi orator dalam setiap aksi untuk meminta Ahok dihukum.


Dalam aksi 411, Amien bahkan ikut menyeret nama Jokowi dalam kasus Ahok tersebut. Dia meminta Jokowi tak main-main dengan kekuasaan.

"Saya baca di media massa, kita sampai satu juta orang. Jokowi jangan main-main dengan kekuasaan Allah. Ini bukti kekuasaan Tuhan," ujar Amien (4/11/2016).

Tak hanya itu, Amien juga mengkritik menteri Kabinet Kerja Jokowi agar tak melanjutkan proyek reklamasi Teluk Jakarta. Dia bahkan menantang Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan beradu data.

"Secara sangat lugas dan cukup kesatria Pak Marwan Batubara dan tim Pak Muchlis, kemudian tokoh-tokoh nelayan, Pak Bintang Pamungkas dan lain-lain, itu bersedia dengan senang hati bagaimana Pak Luhut dengan timnya itu adu data, adu kesahihan, apa legalitas itu kemudian manfaat dan sebagainya," ujar Amien di gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Selasa (16/5/2017).


Ketua Majelis Kehormatan PAN itu juga secara terang-terangan mengatakan reklamasi itu hanya untuk kepentingan Negeri Tirai Bambu alias China. TNI, kata Amien, tak boleh berdiam diri saja.

"Saya sudah hakulyakin, yakinulyakin, bahwa 17 pulau palsu itu nanti memang dipersembahkan untuk kepentingan China. Untuk kepentingan ekonomi, politik, bahkan militer (China)," ujar Amien di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/11/2017).

"Saya heran kenapa teman-teman TNI kok masih diam. Jelas kita akan dijajah ekonominya, akan diduduki," tuding Amien.

Selanjutnya, Amien juga menyesalkan sikap pemerintah perihal Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas. Peraturan tersebut dinilai Amien sebagai langkah Jokowi yang sangat fatal.

"Terbitnya Perppu Ormas ini langkah (Presiden) Jokowi yang fatal. Saya minta tim Perppu berpikir ulang," kata Amien setelah menghadiri acara silaturahmi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jabar di Masjid Raya Mujahidin, Jalan Sancang, Kota Bandung, Kamis (13/7/2017).

Amien menilai seharusnya pemerintah melakukan pendekatan persuasif terhadap ormas yang dianggap anti-Pancasila, bukan malah mengambil langkah reaktif dengan langsung membubarkan ormas tersebut.

"Ini sudah mengabaikan masyarakat. Perancang perppu ini mengidap islamofobia, program pertama HTI, kemudian FPI, siapa tahu nanti yang lain-lain," tutur dia.

Amien juga mengeluarkan pernyataan yang cukup kontroversial saat Jokowi mewacanakan me-remake film 'Pengkhianatan G30S/PKI'. Kata Amien, rezim Jokowi seakan-akan memberi angin segar terhadap kebangkitan PKI.

"Yang jelas sekarang ini rezim Jokowi secara nggak disadari memberikan angin kebangkitan PKI. Itu yang bahaya," kata Amien, Minggu (24/9/2017).

Kesal atas setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh Jokowi, Amien pun meminta PAN keluar dari koalisi pendukung. Dia menuding pemerintahan Jokowi-JK banyak memberikan mudarat.

"Yang betul Pak JK, sebaiknya PAN keluar karena akan jadi beban sejarah," ujar Amien di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/11/2017).

Seakan tak kehabisan kata, Amien kembali mengkritik pemerintah Jokowi-JK saat dirinya berada di Yogyakarta bersama Prabowo. Menurutnya, bangsa ini telah dijual secara perlahan-lahan.

"Terus terang saya agak menyindir tadi (saat ceramah). Karena bangsa ini sudah mulai dijual. Kekayaan mulai dijual, pelan-pelan tapi pasti," ujar Amien kepada wartawan di kompleks SD Budi Mulia Dua, Sleman, Senin (13/11/2017).

"Sehingga, Anda tahu, 85 persen hasil tambang dan mineral digotong ke luar negeri," imbuhnya.

Selain itu, kritik Amien tersampaikan saat dirinya menghadiri Kongres Nasional Alumni 212. Saat menyampaikan pidato di hadapan peserta Kongres, dia menyinggung Jokowi untuk tidak memecah belah umat Islam.

"Saya ingatkan Mas Jokowi, jangan asyik memecah belah umat Islam. Tapi lihat permasalahan di Papua sudah siap merongrong bangsa kita," imbuh Amien.

Tak hanya itu, Amien turut berkomentar soal kasus dugaan pornografi Habib Rizieq Syihab. Amien meminta Jokowi berhati-hati dalam menangani kasus Rizieq.

"Jadi ini langsung Pak Jokowi saya sampaikan hati-hati. Anda adalah 'lurah' negeri ini, beri tahu aparat keamanan jangan jemawa, jangan takabur, karena kita juga pemilik sah negeri ini. Negeri ini milik kita semua, jadi jangan macam-macam," ujar Amien di kantor DDII, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (20/2/2018).

Terakhir, Amien kembali memilih sikap berseberangan dengan Jokowi. Dia menegaskan PAN tak akan mendukung Jokowi di Pilpres 2019.

"Yang jelas, saya sudah ketemu pimpinan PAN, tidak mungkin mendukung yang ada sekarang ini supaya timbul kompetisi," ujar Amien setelah menghadiri acara 'Silaturahmi Tokoh Nasional Menuju Pilpres 2019' di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Kamis (8/3/2018).

Dia lebih menganjurkan PAN membentuk poros baru. Menurut dia, keputusannya akan diumumkan dalam waktu dekat.

"Saya kira tidak mungkin saya memberikan komentar karena persoalannya, persoalan kepemimpinan kolektif, saya biarkanlah kepemimpinan PAN dengan PKB, nanti akan ada hasil pertemuannya. Dan saya berusaha di sini di belakang layar bahwa sudah ada pertemuan-pertemuan itu, jadi dalam waktu dekat insyaallah sudah ada deklarasi," ujar Amien.

Seperti diketahui, PAN saat ini tergabung dalam koalisi pendukung pemerintahan Jokowi-JK. Dalam beberapa hal, PAN kadang tampak berbeda sikap dengan partai koalisi lainnya.

Sejauh ini belum ada kepastian soal arah politik PAN di pilpres. Rencananya, keputusan tersebut akan diumumkan selepas Rakernas pada April mendatang.

[Gambas:Video 20detik]


(knv/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed