DetikNews
Jumat 09 Maret 2018, 01:45 WIB

Saat Diplomat Muda RI Belajar 'K-Pop Wave'

Aji Surya - detikNews
Saat Diplomat Muda RI Belajar K-Pop Wave Peserta Sekolah Dinas Luar Negeri angkatan ke-60 belajar manajemen K-pop. (Aji Surya/detikcom)
Jakarta - Belajar dari kesuksesan pihak lain pasti tidak ada salahnya. Itulah mengapa Pusdiklat Kemlu menjadikannya salah satu menu bagi para peserta pendidikan diplomatnya.

Bersama Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia HE Kim Chang-beom, CEO SM Entertainment Indonesia Han Kyung-jin bercasciscus menerangkan manajemen K-pop bagi peserta Sekolah Dinas Luar Negeri Angkatan ke-60 pada Rabu (7/3). Salah satu rahasia pun dibuka: SM selaku perusahaan manajemen artis terbesar asal Korea Selatan siap mengorbitkan artis kelas dunia asal Indonesia.

"Kami membuka cabang SM Entertainment di Indonesia, yang akan menjadi bagian dari proyek global New Culture Technology. Kami akan mencetak artis pop kelas dunia dari Indonesia," ucap Han Kyung-jin.

Saat Diplomat Muda RI Belajar Peserta Sekolah Dinas Luar Negeri angkatan ke-60 belajar manajemen K-pop. (Aji Surya/detikcom)
Duta Besar Kim Chang-beom, yang baru saja berada di Jakarta dalam 'hitungan hari', merasa senang bertemu dan berdiskusi dengan diplomat muda Indonesia. Ia seperti pulang kampung dan bertemu dengan teman-teman lama. Maklumlah, ia pernah bertugas di Jakarta pada 2003-2005.

Ditekankan, K-pop dan budaya pop Korea adalah inisiatif pelaku industri hiburan swasta yang didukung penuh pemerintah sehingga menjadi produk ekspor budaya, yang akhirnya berperan bagi kemajuan ekonomi dan diplomasi publik Korea Selatan. Bahkan ekspansi global budaya dan gaya hidup pop Korea adalah hasil sinergi antara pemerintah dan pihak industri kreatif.

Saat Diplomat Muda RI Belajar Peserta Sekolah Dinas Luar Negeri angkatan ke-60 belajar manajemen K-pop. (Aji Surya/detikcom)
Dalam paparan mengenai manajemen K-pop, Han Kyung-jin menyatakan pembentukan grup musik tidak bisa instan. Perlu waktu 3-5 tahun untuk menjadikan grup musik, baik boyband maupun girlband, berkibar. Biaya yang dikeluarkan juga tidak main-main, berkisar Rp 28 miliar.

Mengenai ketenaran grup musik K-pop yang mendunia, Han mengungkapkan rahasianya. "Kita melibatkan musisi, penulis lagu, dan koreografer terbaik dunia untuk membentuk suatu grup musik," imbuhnya.

Saat Diplomat Muda RI Belajar Peserta Sekolah Dinas Luar Negeri angkatan ke-60 belajar manajemen K-pop. (Aji Surya/detikcom)
Para peserta Sekolah Dinas Luar Negeri terlihat antusias menyimak dan bertanya mengenai K-pop dan diplomasi publik Korea Selatan. Kedua pembicara sampai kewalahan menanggapi pertanyaan peserta yang tergolong 'ganas'.

"Saya tidak terlalu mengikuti perkembangan K-pop, tapi melalui sesi ini saya takjub dengan peran K-pop dalam diplomasi publik. Kita jadi banyak belajar," ujar Gerry, salah satu peserta.

Menutup sesi, Duta Besar Kim menyatakan masa depan diplomasi publik Indonesia berada di pundak para diplomat muda seperti para peserta diklat itu. Merekalah para diplomat 'zaman now' yang sangat dinanti-nantikan semua pihak.
(trw/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed