Tommy Soeharto dan Yusril Ngebet Nyapres, Sekuat Apa?

Elza Astari Retaduari - detikNews
Kamis, 08 Mar 2018 12:23 WIB
Tommy dan Yusril (Dok Detikcom)
Jakarta - Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya Tommy Soeharto dan Ketum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra dijagokan kadernya menjadi capres di Pemilu 2019. Seperti apa kekuatannya?

Untuk diketahui, ada syarat ambang batas atau presidential threshold yang harus dicapai untuk mengusung capres dan cawapres. Sesuai UU Pemilu, partai atau koalisi partai bisa mengajukan pasangan calon bila memiliki 20 persen kursi di DPR atau 25% suara sah berdasarkan hasil Pemilu 2014.

Partai Berkarya merupakan partai baru yang artinya belum memiliki suara di Pemilu 2014, termasuk fraksi di DPR. Sedangkan PBB, di Pemilu 2014, hanya memiliki 1,46% suara dan tidak memiliki kursi di parlemen.


Tommy atau yang memiliki nama panjang Hutomo Mandala Putra bisa saja maju sebagai capres tapi perlu mendapat dukungan dari partai-partai yang memiliki kursi di DPR. Demikian juga Yusril.

Partai-partai yang masuk DPR pun harus berkoalisi untuk bisa mengusung calon. PDIP sebagai partai pemenang Pemilu 2014 memiliki 19,4% kursi di DPR dengan perolehan suara sah nasional Pemilu 2014 sebesar 18,95%. PDIP harus berkoalisi dengan satu partai lagi, setidaknya dengan partai yang perolehannya paling rendah di Pemilu 2014, yakni Hanura (kursi DPR 2,9%/suara nasional 5,26%).

Sementara itu, kekuatan lainnya adalah Golkar (kursi DPR 16,2%/suara nasional 14,75%), NasDem (kursi DPR 6,4%/suara nasional 6,72%), PPP (kursi DPR 7%/suara nasional 6,53%), Demokrat (kursi DPR 10,9%/suara nasional 10,19%), PKB (kursi DPR 8,4%/suara nasional 9,04%), PAN (kursi DPR 8,6%/suara nasional 7,59%), PKS (kursi DPR 7,1%/suara nasional 6,79%), dan Gerindra (kursi DPR 13%/suara nasional 11,81%).


Hanya, Tommy dan Yusril harus berhadapan dengan tokoh-tokoh besar lainnya. Seperti diketahui, setidaknya saat ini ada dua kandidat capres yang sudah mendapat dukungan partai. Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mendapat dukungan dari 5 partai (PDIP, Golkar, NasDem, PPP, dan Hanura), sedangkan Prabowo Subianto siap diusung oleh Gerindra dan PKS.

Memang ada wacana soal poros ketiga untuk memunculkan capres alternatif. Hanya, pesaing Tommy dan Yusril juga cukup kuat. Sebut saja nama-nama yang masuk bursa capres itu seperti Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Zulkifli Hasan, Gatot Nurmantyo, dan Anies Baswedan.

Mungkinkah Tommy atau Yusril berhasil mendapat dukungan?


Sebelumnya diberitakan, Berkarya menyebut ingin mencapreskan Tommy Soeharto. Hal tersebut disampaikan oleh Sekjen Berkarya Andi Picunang.

"Kalau kita capresnya Tommy Soeharto," ucap Andi, Kamis (8/3/2018).

Kemudian PBB juga pede ingin mencapreskan sang ketum, Yusril Ihza Mahendra. PBB sendiri baru saja mendapat penetapan sebagai peserta Pemilu 2019, setelah memenangi sengketa pemilu melawan KPU.

"Sampai hari ini PBB tetap pada keputusannya mencalonkan Pak Yusril sebagai capres," ujar Ketua Bidang Pemenangan Presiden PBB Sukmo Harsono saat dihubungi, Kamis (8/3). (elz/van)