Jejak Muchdi Pr: Dirikan Gerindra, Berlabuh di Partai Tommy Soeharto

Elza Astari Retaduari - detikNews
Rabu, 07 Mar 2018 14:41 WIB
Muchdi Pr (Foto: Yulida/detikcom)
Jakarta -

Nama Muchdi Purwoprandjono cukup dikenal sejak Orde Baru hingga memasuki era reformasi. Kini purnawirawan TNI jenderal bintang dua itu menjadi salah satu petinggi di Berkarya, partai besutan Hutomo Mandala Putro alias Tommy Soeharto itu.

Muchdi menjadi sorotan saat ditangkap pada 2008 karena diduga terlibat dalam pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib, 7 September 2004. Namun, setelah proses pengadilan, Muchdi divonis bebas dan dinyatakan tidak bersalah.

Lepas dari kasus hukum, Muchdi mulai masuk dunia politik. Dia ikut mendirikan Partai Gerindra bersama Prabowo, Hashim Djojohadikusumo, Fadli Zon, dan beberapa orang lainnya. Muchdi kemudian menjadi salah satu Wakil Ketua Umum Gerindra.

Lalu pada April 2011, Muchdi mundur dari Gerindra dan bergabung ke PPP. Muchdi pun berpisah dari sang sejawat, Prabowo, karena berbeda pilihan politik.


"Sangat dekat (Prabowo dan Muchdi), bisa dibilang sahabatlah," kata Ketua DPP Gerindra Pius Lustrilanang, kepada detikcom, Rabu (25/6/2014).

Saat perhelatan Pilpres 2014, Ketua Umum Tapak Suci Muhammadiyah ini melabuhkan dukungan kepada lawan Prabowo, Joko Widodo (Jokowi). Sebelum mendukung Jokowi, Muchdi masuk menjadi kader PPP cabang Surakarta.

Dia juga sempat ingin maju sebagai calon Ketum PPP pada muktamar tahun 2011. Namun terhambat karena masalah kepengurusan partai yang belum genap lima tahun. Akhirnya Suryadharma Ali-lah yang terpilih sebagai Ketum PPP saat itu.


Tak hanya di bidang politik, Muchdi juga aktif di ormas agama. Pada Muktamar Muhammadiyah di Yogyakarta Juli 2010, dia mengajukan diri sebagai kandidat Ketua Umum Muhammadiyah melalui organisasi pencak silat yang berada di bawah Muhammadiyah.

Muchdi merupakan ketua pengurus pusat organisasi silat tersebut. Dia juga sempat maju di pemilihan Ketum PP Muhammadiyah, namun kalah dari Din Syamsudin. Muchdi diketahui memang besar dari kalangan religi, bahkan saat remaja, Muchdi aktif dalam organisasi PII (Pelajar Islam Indonesia.

Setelah menyatakan dukungan kepada Jokowi di Pilpres 2014, nama Muchdi kemudian meredup. Ternyata dia sempat masuk di jajaran Partai Nasional Republik sebelum kemudian bergabung ke Berkarya.


Sekjen Partai Berkarya Andi Picunang membenarkan Muchdi merupakan salah satu pengurus di Partai Berkarya. Muchdi mendapat jabatan cukup tinggi mengingat dia dulu sempat menjadi pengurus di Partai Nasional Republik yang merupakan cikal bakal Partai Berkarya.

"Dia kan dulu Wakil Dewan Pembina Partai Nasional Republik. Ini kan yang kita pakai legalitasnya berubah jadi Partai Berkarya, setelah fusi dengan partai Beringin Karya. Jadi otomatis pengurus-pengurus yang masih aktif di Nasrep, ya jadi pengurus di Berkarya bersama pengurus lainnya yang baru," papar Andi.

Seperti diketahui, Berkarya merupakan salah satu partai baru yang lolos sebagai partai peserta Pemilu 2019. Penggawa partai itu memang banyak dari tokoh-tokoh Orde Baru. Tommy sendiri menjabat sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai dan Ketua Dewan Pembina Berkarya.

[Gambas:Video 20detik]

(elz/van)