Novanto Diperiksa KPK soal Ponakannya yang Jadi Tersangka e-KTP

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Rabu, 07 Mar 2018 13:49 WIB
Setya Novanto (Foto: Nur Indah Fatmawati/detikcom)
Jakarta - Penyidik KPK kembali memeriksa Setya Novanto. Terdakwa kasus korupsi proyek e-KTP itu hanya melempar senyum saat tiba di kantor lembaga antirasuah tersebut.

Novanto tiba di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (7/3/2018) pukul 13.00 WIB. Saat ditanya soal pemeriksaannya, Novanto hanya melempar senyum.

Novanto juga terlihat membawa buku hitam di tangan kanannya. Dia kemudian langsung menuju ruang pemeriksaan di lantai 2.


Kabiro Humas KPK Febri Diansyah memberi konfirmasi, pemeriksaan Novanto terkait penyidikan atas 2 tersangka baru dugaan korupsi proyek e-KTP. Tersangka itu adalah keponakan Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dan orang kepercayaannya, Made Oka Masagung.

Selain Novanto, KPK juga 2 hari berturut-turut memeriksa mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Ditjen Dukcapil Kemendagri Sugiharto. Terdakwa kasus e-KTP ini sudah lebih dulu tiba pukul 09.32 WIB tadi.


"Setya Novanto dan Sugiharto diperiksa hari ini untuk 2 tersangka, IHP (Irvanto Hendra Pambudi Cahyo) dan MOM (Made Oka Masagung)," kata Febri saat dihubungi lewat pesan singkat.

Dalam kasus ini, KPK menyebut Irvanto diduga sejak awal mengikuti proses tender e-KTP dengan perusahaannya, PT Murakabi Sejahtera, serta mengikuti beberapa kali pertemuan di ruko Fatmawati. KPK menyebutkan, walaupun perusahaannya kalah, Irvanto menjadi perwakilan Novanto.


Irvanto juga diduga telah mengetahui ada permintaan fee 5 persen untuk mempermudah proses pengurusan anggaran e-KTP. KPK menduga Irvanto kemudian menerima uang sejumlah total USD 3,5 juta. Uang itu diperuntukkan buat Setya Novanto.

Sementara itu, KPK menduga Made Oka memiliki perusahaan bidang investasi di Singapura yang digunakan menampung uang untuk Novanto senilai total USD 3,8 juta. Perinciannya, lewat OEM Investment Pte Ltd Singapura menerima uang USD 1,8 juta dari Biomof Mauritius dan rekening PT Delta Energi sebesar USD 2 juta. Selain itu, Made Oka merupakan perantara jatah komisi untuk anggota DPR sebesar 5 persen dari proyek e-KTP.


(nif/dhn)