Cerita Dandim Turun Gunung Bedah Gubuk Reyot di Tengah Kota

Raja Adil Siregar - detikNews
Selasa, 06 Mar 2018 15:53 WIB
Palembang - Komandan Kodim 0418 Palembang, Letkol Inf Romas Herlandes turun gunung saat akan bedah rumah milik seorang janda di Palembang. Maros ingin memastikan tidak ada sengketa tanah waris saat rumah sudah dibangun.

"Rumah nyaris roboh yang ditempati ibu Dewi itu memang berdiri diatas tanah waris. Jadi begitu lihat rumah sangat tak layak huni, saya langsung kumpulkan semua keluarga dan buat kesepakatan," kata Herlandes saat ditemui di kantornya Jalan Merdeka Kota Palembang, Selasa (6/3/2018).

Kesepakatan itu terkait hak waris tanah dari orang tua almarhum suami Dewi, Effendi. Di mana tanah waris ini disebut menjadi salah satu alasan sejumlah pihak untuk mengurungkan niatnya saat akan memberikan bantuan pembangunan rumah tak layak huni itu.

Haerlandes menilai jika tak ada tindakan, maka rumah yang dihuni Dewi bersama ketiga buah hatinya ini tidak akan ada pembangunan. Apalagi, kondisi rumah nyaris roboh ini sudah terjadi sejak 2 tahun terakhir.

"Kalau kemarin semua keluarga tidak ditemui, mau sampai kapan ibu Dewi dan anak-anaknya tinggal di sana. Akhirnya saya putuskan untuk bergerak, bongkar dan cari tempat pengungsian sementara sampai rumah selesai dibangun," katanya lagi.

"Intinya rumah itu bongkar dulu, jangan sampai mereka tinggal dengan kondisi begitu. Anak-anak bu Dewi juga masih sekolah semua, terenyuh hati saya melihatnya dan saya rasa semua yang lihat pasti kasihan," kata Herlandes.

Sejak ada gerakan bedah rumah oleh prajurit TNI, banyak donatur yang datang untuk memberikan bantuan secara suka rela. Walaupun ada yang hanya untuk pencitraan belaka.

Untuk itu, dirinya berharap donatur yang datang untuk tidak memanfaatkan kondisi memprihatinkan Dewi dan ketiga buah hatinya ini. Apalagi jika itu hanya janji-janji belaka tanpa pernah terealisasi.

"Banyak yang datang, janji mau buat ini dan itu. Tapi kita lihat semua hanya opini saja. Saya mau kondisi seperti ini jangan malah dimanfaatkan, mari sama-sama kita bantu dan diluar sana masih banyak bu Dewi lain yang butuh bantuan kita," katanya.


Saat ini, rumah Dewi telah rampung sekitar 50 persen dengan ukuran 4x9 dan memiliki 2 kamar tidur. Rumah ini terbangun dari dana bantuan masyarakat dan sejumlah komunitas yang ada di Palembang.

Rumah dibangun oleh prajurit TNI dan masyarakat secara maraton 24 jam layaknya 'Sangkuriang'. Ditergatkan dalam 5 hari kedepan rumah sudah selesai dan dapat digunakan.

Dewi yang ditemui di rumah singgah sementara, mengaku sangat bersyukur atas adanya bantuan dari masyarakat. Dewi pun kerap meneteskan air mata saat melihat pondasi rumah yang direncanakan oleh almarhum suaminya mulai terbangun.

"Saya bersyukur, setelah foto rumah saya viral akhirnya banyak yang memberikan bantuan. Termasuk bapak-bapak tentara dari Kodim yang bekerja siang malam," kata Dewi. (asp/asp)