"Diharapkan bahwa Pilpres 2019 nanti ada 3 pasangan calon. Agar belahan yang ada di masyarakat itu tidak terlalu luar biasa," kata Eriko di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (3/3/2018).
Eriko mendorong hadirnya capres baru selain Jokowi dan Prabowo. Menurutnya, jika hanya ada dua calon pada kontestasi Pilpres maka akan rawan konflik di masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya wacana poros ketiga untuk Pilpres 2019 datang dari PKS. PKS mendorong agar Demokrat-PKB-PAN membentuk poros baru.
Untuk membentuk poros baru, PKB-Demokrat-PAN memang memenuhi syarat ambang batas capres atau presidential threshold. Sesuai UU Pemilu, partai atau koalisi partai bisa mengajukan pasangan calon bila memiliki 20 persen kursi di DPR atau 25% suara sah berdasarkan hasil Pemilu 2014.
Di DPR, PKB memiliki 47 kursi (8,4%), Demokrat 61 kursi (10,9%), dan PAN 48 kursi (8,6%). Totalnya adalah 27,9% kursi di DPR yang berarti memenuhi syarat untuk mengusung pasangan calon di Pilpres 2019.
"Poros ketiga itu memang paling mungkin Demokrat-PKB-PAN," ungkap Direktur Eksekutif Lembaga Median, Rico Marbun dalam perbincangan, Sabtu (3/3).
Seperti diketahui, tokoh yang kini tengah 'ditawarkan' oleh Demokrat adalah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), putra sulung dari sang ketum, Susilo Bambang Yudhoyono. Dari sisi senioritas, Ketum PAN Zulkifli Hasan memang lebih unggul dari Cak Imin dan AHY.
Cak Imin-AHY pun dinilai berpeluang menjadi pasangan untuk Poros Ketiga. Meski begitu, menurut Rico, Demokrat juga bisa saja mengajukan sebagai capres tapi perlu mencari tokoh yang lebih senior.
(yas/ams)











































