DetikNews
Jumat 02 Maret 2018, 21:12 WIB

BNP2TKI Kejar Agen Penyalur TKI yang Viral karena Disiksa Majikan

Ray Jordan - detikNews
BNP2TKI Kejar Agen Penyalur TKI yang Viral karena Disiksa Majikan Video TKI live Facebook saat disiksa majikan (Foto: Screenshot video viral)
Jakarta - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menindaklanjuti kasus TKI bernama Tri Wahyuni yang mengalami penyiksaan di Hong Kong.

Kepala BNP2TKI Nusron Wahid mengatakan Tri terdaftar di Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (Sisko TKLN) yang melakukan perpanjangan kontrak langsung di KJRI Hong Kong. Diketahui Tri diberangkatkan PT Bina Dinamita Rama, yang bermitra agen penyalur di Hong Kong, yakni Loyal Servant Employment Agency.

"Sekarang lagi kita lacak ke PPTKIS (Pelaksana Penempatan TKI Swasta), untuk mengetahui apakah dia perpanjang kontrak perorangan di sana atau tetap lewat PT di Indonesia," kata Nusron lewat keterangan tertulisnya, Jumat (2/3/2018).


Dia mengatakan BNP2TKI akan memberikan sanksi kepada agen kalau memang terbukti mengirim TKI kepada calon majikan yang salah. Menurutnya, penempatan TKI kepada majikan yang tepat jadi bagian jaminan keamanan dan keselamatan.

Nusron mengatakan, selain memastikan penempatan TKI yang tepat, BNP2TKI akan menindaklanjuti kasus itu, tidak hanya berhenti pada proses hukum pelaku penyiksaan.

"Jadi, terlepas dari bahwa masalah perlindungan tetap menjadi hal utama dalam menyikapi kasus seperti ini, kami tetap lacak prosesnya dari mulai pembekalan akhir, pemberangkatan, hingga penempatan. Ini penting agar menjadi evaluasi, dengan harapan ke depan celah-celah kelemahan tidak ditolerasi," ungkapnya.


Sementara itu, Kepala Bagian Humas BNP2TKI Servulus Bobo Riti mengungkapkan pihaknya terus berkoordinasi dengan KJRI Hong Kong untuk mengawal penanganan kasus.

"Kami akan memastikan penanganan hukum dari PMI (pekerja migran Indonesia) atas nama Tri Wahyuni. Kami juga akan memastikan statusnya lewat PPTKIS yang menempatkannya dengan agensi mitranya di Hong Kong," kata Servulus.

Sebelumnya diberitakan, sebuah video live Facebook yang memperlihatkan seorang majikan menyiksa dan mengancam akan membunuh TKI jadi viral di media sosial. Video itu disebut direkam di Hong Kong.

Dalam video tersebut, majikan itu masuk ke kamar TKI dan mulai memukulinya. Majikan itu menampar dan menutup mulut TKI yang masih terus melakukan live Facebook.

"Ya Allah, aku ditabok. Aku ditabok," ucap TKI tersebut. Sementara itu, si majikan terus berteriak-teriak.


Majikan itu disebut berteriak mempertanyakan mengapa TKI itu tidak berbahasa China. Majikan itu disebut juga mengancam akan membunuh.

Pelaku, yakni nenek berusia 79 tahun, sempat ditahan atas dugaan penyiksaan. Namun nenek tersebut saat ini sudah dibebaskan dengan jaminan.

Sedangkan Tri, TKI asal dari Jawa Timur, sudah pulang dari rumah sakit. Sebelumnya, dia dibawa ke Queen Elizabeth Hospital untuk divisum.
(jbr/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed