Terjebak Macet Saat Nyetir, Polisi: Boleh Merokok dan Dengar Musik

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Jumat, 02 Mar 2018 15:55 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (Kanavino/detikcom)
Jakarta - Polda Metro Jaya menggelar Operasi Keselamatan Jaya untuk mencegah pelanggaran lalu lintas yang dapat menimbulkan kecelakaan, termasuk merokok dan mendengarkan musik. Namun polisi kini menyebut pengendara mobil bisa melakukan dua hal tersebut jika terjebak kemacetan.

"Kalau orang sedang macet, nyetir macet, stres nggak? Merokok boleh? Boleh. Dengerin musik boleh nggak? Kalau berhenti macet, stres. Boleh," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro, Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (2/3/2018).

Argo menyadari angka kemacetan di Jakarta sangat tinggi. Karena itu, menurut Argo, wajar apabila pengendara mobil mendengarkan musik untuk menghilangkan stres selama macet.



"Misalnya nyetir roda empat sambil SMS. Boleh tidak? Itu rawan tidak? Rawan. Nanti tahu-tahu di depan berhenti. Kita kaget. Saat menunggu macet diperkirakan lama. Boleh mendengarkan musik? Boleh. Dengarkan musik. Boleh saja. Biar ngilangin apa? Stres. Kita tahu bahwa kemacetan membuat stres di Jakarta tinggi sekali. Boleh-boleh saja. Nggak masalah," ujarnya.

Argo melanjutkan pengendara mobil boleh saja merokok asalkan tidak membahayakan pengendara lain. Yang terpenting, kata dia, keselamatan semua pengguna jalan.

"Kecuali merokok kalau melempar puntung kena orang. Itu tidak boleh," ujarnya.

Selain itu, Argo menerangkan Operasi Keselamatan Jaya digelar untuk mencegah tingginya angka kecelakaan. Dia menyebut angka kecelakaan di Indonesia bisa mencapai 70 kasus per hari.

"Data dari Mabes Polri, sehari berapa kecelakaan? Antara 60 sampai 70 tiap hari. Itu perlu diingat setiap harinya. Karena apa? Mengabaikan keselamatan. Jadi operasi ini untuk edukasi, pembelajaran kepada masyarakat. Jangan sampai hal-hal yang dilarang diabaikan," ujarnya.

Sebelumnya, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan merokok dan mendengarkan musik (memakai headset) sambil berkendara berpotensi mengurangi konsentrasi dalam berkendara. Kurangnya konsentrasi pengemudi dalam berkendara ini menjadi salah satu faktor kecelakaan yang sering dijumpai polisi.

"Hilang konsentrasi saat berkendara itu tidak hanya dalam kondisi mabuk, tetapi juga merokok dan mendengarkan musik pakai headset juga bisa mengurangi konsentrasi berkendara," tutur Budiyanto, Kamis (1/3). (knv/dnu)