DetikNews
Jumat 02 Maret 2018, 15:44 WIB

Sidang Teroris Aman

Saksi Sebut Para Korban Bom Kp Melayu Alami Gangguan Pendengaran

Yulida Medistiara - detikNews
Saksi Sebut Para Korban Bom Kp Melayu Alami Gangguan Pendengaran Para saksi yang dihadirkan jaksa dalam sidang (Foto: Yulida Medistiara/detikcom)
Jakarta - Bripda Ershad menyebut kondisi rekan satu timnya, Bripda Yogi Aryo, memprihatinkan pasca menjadi salah satu korban ledakan di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur. Ershad menyebut para korban mengalami gangguan di bagian penglihatan dan pendengaran.

"Bripda Yogi selamat. Sekarang keadaannya droplah, penglihatannya agak kurang, pendengaran juga, kakinya susah jalan karena serpihan-serpihan mengenai tubuhnya," ucap Ershad yang dihadirkan jaksa sebagai saksi dalam sidang lanjutan dugaan terorisme dengan terdakwa Aman Abdurrahman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Jumat (2/3/2018).


Ershad bersama Yogi memang saat itu tengah mengawal pawai obor di dekat lokasi. Namun, posisi Yogi lebih dekat dengan lokasi ledakan bom tersebut.

Sementara itu, anggota kepolisian lainnya, Bripda M Rizki, juga mengaku mengalami gangguan pendengaran. Rizki bahkan menyebut gangguan itu dialaminya selama seminggu lebih.

"Saya mengalami gangguan pendengaran seminggu lebih, nggak dengar. Saya sampai pakai obat tetes habis. Kata dokter hanya trauma di telinga untuk dentuman di telinga saja," kata Rizki.

[Gambas:Video 20detik]


Dalam perkara ini, Aman alias Oman didakwa menggerakkan orang lain dan merencanakan sejumlah teror di Indonesia termasuk Bom Thamrin 2016. Oman dinilai telah menyebarkan paham yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan kerusakan objek-objek vital.

Atas perbuatannya, Oman dijerat pasal 14 Jo pasal 6 Perppu Nomor 1 Tahun 2002 yang telah ditetapkan menjadi UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.


(yld/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed