detikNews
Jumat 02 Maret 2018, 08:58 WIB

Kopi Liberika hingga Tengkawang di Lahan Gambut

Danu Damarjati - detikNews
Kopi Liberika hingga Tengkawang di Lahan Gambut Ilustrasi biji kopi. (Dikhy Sasra/detikcom)
Jakarta - Memanfaatkan lahan gambut untuk pertanian dan perkebunan butuh seni dan kearifan tersendiri. Lahan harus dijaga supaya tak terlalu kering. Di sisi lain, untuk tanaman tertentu juga tak boleh terlalu basah. Karena itu, berbagai percobaan terus dilakukan Badan Restorasi Gambut (BRG) bersama kementerian dan instansi terkait.

"Intinya, kami tak ingin ada lagi pembakaran lahan untuk membuka lahan, tapi tetap mendorong agar lahan yang ada tetap bisa dimanfaatkan untuk ditanami tanaman produktif dengan biaya produksi tak terlalu tinggi," kata Kepala BRG Nazir Foead saat berkunjung ke kantor detikcom, Jl Kapten Pierre Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (1/3/2018).


Gambut adalah jenis tanah yang terbentuk dari sisa tumbuhan setengah membusuk dan tidak terurai. Untuk ditanami tumbuhan produktif, dia harus dijaga agar tak terlalu kering dan untuk tanaman tertentu juga tak boleh terlalu basah. Tapi untuk jenis tanaman tertentu, ada yang bisa hidup di tanah gambut yang tergenang. "Kalau sagu ternyata bisa hidup," kata Nazir.

Dia menyebut sagu sebagai tanaman yang potensial karena kandungan patinya lebih tinggi daripada padi atau singkong. Hanya, proses panen membutuhkan waktu sangat panjang, delapan tahun sekali. Nazir mencontohkan, di Riau, sagu yang tumbuh di rawa telah diolah menjadi mi hingga pizza.

Kepala BRG, Nazir Foead.Kepala BRG Nazir Foead. (Muhammad Ridho/detikcom)

Selain sagu, kopi jenis Liberika bisa tumbuh di gambut, tapi lahannya tidak boleh terlalu basah. "Kualitasnya berada antara jenis kopi arabika dan robusta, namun harganya lebih baik dari robusta," ujar Nazir.


Nanas juga bisa tumbuh di lahan gambut. Kata Nazir, nanas yang tumbuh dari gambut terasa manis. Tanaman lidah buaya bisa pula dibudidayakan di gambut.

"Bisa juga bermacam buah-buahan, macam nanas, buah naga, jagung. Tumbuhan kayu meliputi sagu, jelutung, tengkawang, kayu gelam yang bunganya diminati lebah madu, hasil madu kayu gelam kualitasnya tinggi," kata Nazir.

Jelutung adalah pohon yang getahnya berharga, serupa karet. Tengkawang adalah flora khas Kalimantan, khususnya Kalimantan Barat. Kayu tengkawang bisa dimanfaatkan untuk konstruksi ringan, sedangkan minyak bijinya bisa dimanfaatkan untuk obat, kosmetik, hingga bahan farmasi.


(dnu/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com