DetikNews
Kamis 01 Maret 2018, 07:23 WIB

Membaca Pilihan Capres dan Politik Generasi Milenial 

Erwin Dariyanto - detikNews
Membaca Pilihan Capres dan Politik Generasi Milenial  Foto: Uje Hartono/detikcom
Jakarta -

Pemilih zaman now alias generasi milenial memiliki karakter khusus dalam menentukan pilihan politik. Mereka akan memilih calon presiden, calon anggota legislatif dan partai yang bisa membaca perilaku generasi milenial.

Generasi milenial, menurut Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago, juga akan tertarik dengan partai politik yang paham manajemen isu dan personal branding kekinian sesuai trend di kalangan pemilih zaman now, program kerja yang populis dan tidak ngawang-awang.

Baca juga: Gambar Tokoh Besar Tak Pengaruhi Elektabilitas Kepala Daerah

Meski demikian, kata Pangi, generasi milenial masih bisa dipengaruhi dengan kampanye menggunakan gambar tokoh. Seperti PDIP dengan ikon Bung Karno, Partai Berkarya (foto Soeharto) atau PKB (KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

"Saya pikir ada pengaruhnya. Maka ada yang terganggu dan panik, melarang parpol PDIP dan Partai Berkarya memakai poster atau gambar simbol ikon Sukarno dan Soeharto. Roh PDIP itu adalah ikon Soekarno, kemenangan PDIP selama ini tidak bisa lepas dari simbol Sukarno," kata Pangi saat berbincang dengan detikcom, Rabu (28/2/2018).

Baca juga: Kampanye di Medsos Lebih Murah, Gambar Tokoh Tak Laku

Menurut dia dalam pendekatan terminologi politik dikenal dengan istilah coattail effect (efek numpang popular) yang diharapkan dapat mendongkrak elektabilitas parpol . "Itulah mengapa kemudian PDIP dari dahulu sampai sekarang, enggak pernah tercecer ikon Sukarno effect," papar Pangi.

Peneliti Center for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandez memiliki pendapat berbeda. Menurut dia gambar tokoh-tokoh untuk menggaet pemilih generasi milenial sulit diukur. Karena memang selama ini belum ada survei terkait hal tersebut.

Baca juga: Bisa Jadi Penentu Kemenangan, Pemilih Zaman Now Jadi Rebutan

Namun ada fakta bahwa, generasi milenial tidak hidup di masa Sukarno, Soeharto atau pun Gus Dur. Tingkat kesulitan yang dihadapi pun berbeda. Generasi sekarang dihadapkan pada kesulitan untuk mendapatkan properti dan akses ekonomi. Pilihan politik mereka pun diyakini akan berbeda.

Hasil survei CSIS dari generasi milenial terhadap tingkat elektabilitas calon presidenHasil survei CSIS dari generasi milenial terhadap tingkat elektabilitas calon presiden Foto: Mindra Purnomo


(erd/jat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed