PKL Boleh Jualan di Trotoar Melawai, Pejalan Kaki Melintas di Jalan

Samsdhuha Wildansyah - detikNews
Rabu, 28 Feb 2018 13:08 WIB
PKL Jualan di Trotoar Melawai (Samsdhuha Wildansyah/detikcom)
Jakarta - Puluhan pedagang kaki lima (PKL) hari ini masih berjualan di trotoar di wilayah Melawai, Jakarta Selatan. Tidak ada penertiban yang dilakukan petugas.

detikcom memantau kawasan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (28/1/2018) pukul 12.20 WIB. Puluhan PKL masih berjualan di trotoar sepanjang Jalan Aditiawarman I hingga Jalan Sunan Ampel.

Kawasan ini cukup ramai karena sedang jam makan siang. Para pekerja kantor di sekitar lokasi lalu-lalang membeli makanan dan minuman yang dijajakan para PKL.

Terlihat orang-orang melintas di badan jalan karena trotoar digunakan PKL untuk berjualan. Di badan jalan di depan lapak-lapak PKL itu berjejer puluhan motor yang parkir. Di lokasi memang terpasang rambu yang memperbolehkan parkir.

PKL Jualan di Trotoar MelawaiPKL Jualan di Trotoar Melawai (Samsdhuha Wildansyah/detikcom)

Para PKL di trotoar ini menggunakan tenda-tenda berwarna hijau tua. Mereka menggunakan trotoar untuk menjajakan aneka dagangan berupa makanan dan minuman, dompet, kacamata, ikat pinggang, aksesori handphone, dan lainnya.


Lurah Melawai Kurnia Rita sebelumnya menyebut keberadaan PKL di trotoar ini tidak melanggar aturan karena merupakan usulannya dan sudah dibahas dalam rapat bersama pihak terkait, termasuk Camat Kebayoran Baru. Dia mengatakan PKL di lokasi tersebut dalam perencanaan penataan.

"Jadi, karena sudah kesepakatan hasil rapat antara kelurahan, pak camat, PKL (pedagang kaki lima), kalau sudah sepakat, ya tidak melanggar aturan," ujarnya saat ditemui detikcom di kantornya, Selasa (27/2).


Rita menyebut ada tiga lokasi yang dia usulkan untuk ditata PKL-nya oleh Suku Dinas Koperasi dan UKM Kota Jakarta Selatan, yakni di wilayah Jalan Sunan Ampel, Jalan Wijaya IX, dan Falatehan. Penataan itu disepakati dengan persyaratan, jika nantinya ada protes dari masyarakat, para PKL akan ditertibkan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sendiri mengaku sudah mengecek PKL di kawasan Melawai ini pagi tadi. Menurutnya, keberadaan PKL di trotoar sudah sesuai dengan aturan dan warga di sekitar lokasi juga mendukung.

"Jadi tadi saya on the spot langsung memberikan perintah kepada Bu Rita. Warga di sana itu mendukung adanya kegiatan itu karena PLN dan beberapa tempat perkantoran di sana. Termasuk teman-teman saya di sana tidak menyediakan lahan untuk makan siang dan untuk berkegiatan usaha," kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (28/2).


Sandiaga menyebut kehadiran PKL di lokasi tersebut sebagai hubungan yang saling menguntungkan. Dia mengatakan PKL hadir karena ada yang membutuhkan.

"Jadi ini adalah sebuah simbiosis mutualisme. Dan ini untuk pembelajaran bagi kita, bagi gedung, termasuk Balai Kota, menyediakan tempat makanan murah yang menampung kebutuhan. Jadi di mana ada kebutuhan, pasti ada suplai. Di mana ada demand, pasti ada supply," ujarnya.

Sandiaga telah menawari pedagang PKL mendaftarkan diri ke Kecamatan Kebayoran Baru untuk mengikuti program OK OCE. Dia ingin membantu PKL agar lebih berdaya.

PKL di lokasi ini sebelumnya ramai dibicarakan karena memasang spanduk warna hijau muda dengan tulisan 'OK OCE'. Pihak OK OCE kemudian merespons bahwa para PKL ini bukan binaan mereka. PKL itu kemudian mencopot spanduk dan mengakui pemasangan spanduk tersebut atas inisiatif sendiri.

(hri/hri)