Karyawan Securicor Protes Gaji Mei 2005 Tidak Dibayar

Karyawan Securicor Protes Gaji Mei 2005 Tidak Dibayar

- detikNews
Jumat, 24 Jun 2005 22:45 WIB
Jakarta - Gaji tak kunjung dibayar tentu saja membuat karyawan PT Securicor Indonesia resah. Mereka pun protes dan memblokir pintu masuk kantornya.Sekitar 120 karyawan menjaga setiap pintu masuk kantor yang berlokasi di Kawasan Komersial Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (24/6/2005).Mereka mengusung poster dan spanduk bertuliskan: "Kami bukan pemeras", "Bayar gaji kami" dan "Hargai masa kerja kami".Sebuah mobil patroli berisi tujuh personel aparat kepolisian berjaga-jaga. Namun aksi berlangsung tertib.Karyawan menilai Securicor mengacuhkan perintah Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk membayar gaji bulan Mei 2005 kepada 284 karyawannya. Padahal hari ini merupakan batas waktu lima hari yang diberikan oleh Disnaker.Disnaker telah mengirimkan surat pelaksanaan anjuran nomor 3653/-1.836.1 pada 20 Juni 2005 yang ditandatangani Wakil Kepala Disnaker DKI Jakarta Rusdi Mukhtar.Namun menurut karyawan, tidak ada indikasi dari securicor untuk secepatnya melunasi gaji para karyawan dari bagian guarding. Para karyawan telah berstatus tidak jelas sejak mereka memulai aksi demo mereka pada Mei lalu. Saat itu mereka meminta keterangan dari Securicor tentang status perusahaan mereka, apakah di-merger atau ditransfer ke Group 4 FALCK Indonesia."Securicor telah melanggar perintah langsung dari instansi pemerintah. Ini jelas sebuah tindakan pelecehan kepada pemerintah," ujar Deny Ridwan selaku kordinator Serikat Pekerja Securicor Indonesia (SPSI)."Kami telah menunggu selama lima hari di depan kantor karena tidak diperbolehkan masuk. Hanya wakil-wakil kami yang boleh masuk ke dalam kantor," tambahnya.Dituturkan Ridwan, pada Rabu, 22 Juni 2005, manajer HRD Securicor telah menanggapi aspirasi dari SPSI dengan mengadakan pertemuan dengan para wakil SPSI.Dalam pertemuan itu, Manajer HRD Securicor Hery Budiharto menyatakan, permasalahan ini sudah diserahkan sepenuhnya kepada kuasa hukum perusahaan, yakni kantor pengacara Elza Syarief.SPSI mencurigai ada kepentingan pribadi dalam usaha transfer atau merger Securicor. Sebab suami Elza Syarief merupakan salah satu direktur utama Group 4 FALCK, yakni Laksda Yustagi."Hari Senin kami akan berdemo di Disnaker, sekaligus melaporkan tentang kelakuan Securicor yang mengacuhkan perintah lembaga pemerintah. Kami juga akan bersiap-siap untuk menghadapi sidang pada 29 Juni nanti," kata Ridwan.Sayangnya, saat meminta konfirmasi dari pihak manajemen Securicor, mereka menolak. Mereka beralasan harus ada surat permintaan sah untuk wawancara. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads