PKL Berspanduk OK OCE di Trotoar Jaksel Ngaku Punya Koordinator

Dyah Paramita Saraswati - detikNews
Selasa, 27 Feb 2018 12:03 WIB
PKL Berspanduk OK OCE di Trotoar Jaksel (Dyah Paramita Saraswati/detikcom)
Jakarta - Puluhan pedagang kaki lima (PKL) berspanduk OK OCE memenuhi trotoar di wilayah Kelurahan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Mereka mengaku bisa berjualan di lokasi tersebut karena ada yang mengkoordinasi.

[Gambas:Video 20detik]


Seorang PKL bernama Leo (50) bicara soal tenda-tenda berwarna hijau tua yang terpasang di trotoar di sepanjang Jalan Aditiawarman I hingga Jalan Sunan Ampel, Jakarta Selatan. Menurutnya, pemasangan tenda itu adalah inisiatif pedagang.

"Ya di ini aja. Siapin aja kali ya... Kitanya siapin sendiri kali," ujarnya saat ditanya di lokasi, Selasa (27/2/2018). Leo memang tak menjawab dengan tegas.


Saat ditanya soal tulisan 'OK OCE' yang terpasang di spanduk di tiap tenda para PKL, Leo mengaku itu inisiatif pedagang.

"Oh itu sih bisa-bisa kitanya aja kali. Ya kitanya aja pengen OKE OCE kali. Ya diseragamin aja," ujarnya. Leo mengaku sudah 10 tahun jadi PKL di wilayah itu. Saat ditanya bagaimana bisa berdagang di trotoar, dia mengakui ada orang yang mengkoordinasi pedagang.

PKL Berspanduk OK OCE Buka Lapak di Trotoar JakselPKL Berspanduk OK OCE Buka Lapak di Trotoar Jaksel (Dyah Paramita Saraswati/detikcom)

"Ada tuh. Itu kali, kita ngikut doang. Lebih baik (tanya, red) sama dia aja yang (pedagang, red) gesper," imbuh Leo.

Saat dihampiri, Syamsul, pedagang ikat pinggang, awalnya sempat menolak menjawab. Dia membantah menjadi koordinator PKL di trotoar tersebut, melainkan hanya sebagai PKL yang menjual ikat pinggang dan dompet.

"Oh nggak ada (yang mengkoordinasi PKL, red), di sini mah biasa aja ya," ujarnya. Dia mengaku sudah lama menjadi PKL di wilayah tersebut. "Udah dari tahun 'jebot'," ujarnya.


Syamsul mengatakan tenda-tenda para PKL sudah lama terpasang. Namun dia tidak menjawab apakah para PKL mendapat tenda tersebut gratis atau dibeli masing-masing PKL. Dia juga tidak menjawab dengan tegas soal tulisan 'OK OCE' yang terpasang di spanduk para PKL.

"OK OCE bukan sebagai pelindung atau apa, nggak ada. Cuma apa namanya kalau program Pak Gub waktu itu menciptakan wirausaha baru ya, 200 wirausaha baru. Termasuk ini diciptakan, bisa nggak dia menciptakan wirausaha baru. Ya kan bisa nggak dia jadi pengusaha besar tidak harus di kaki lima, kan gitu," ujarnya.

Ditambahkan Syamsul, para PKL di lokasi ini tidak berjualan pada Sabtu dan Minggu. Dia menyebut pedagang hanya berjualan di hari kerja hingga pukul 12.00 atau 13.00 WIB.

"Jumat kadang-kadang libur," ujarnya.

[Gambas:Video 20detik]

(hri/tor)