Patut Ditiru, Warga Lapor BKSDA Kalteng saat Ada Orangutan Nyasar

Patut Ditiru, Warga Lapor BKSDA Kalteng saat Ada Orangutan Nyasar

Jabbar Ramdhani - detikNews
Senin, 26 Feb 2018 12:22 WIB
Patut Ditiru, Warga Lapor BKSDA Kalteng saat Ada Orangutan Nyasar
Foto: Evakuasi orangutan yang nyasar ke perkebunan warga di daerah Kalteng (Dok. BKSDA Kalteng)
Jakarta - Langkah yang diambil warga Desa Sungai Raja, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, patut ditiru. Warga melapor ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng saat ada orangutan tersasar ke perkebunan warga.

Pihak BKSDA Kalteng mengatakan lokasi orangutan nyasar tersebut memang kawasan yang hutannya sudah sedikit. Kondisi ini membuat orangutan keluar dari hutan dan masuk ke perkebunan warga.


"Kalau dari informasi yang saya dapat, kebetulan di lokasi tersebut hutan sangat sedikit sehingga menyebabkan orangutan keluar dari hutan. Itu yang menyebabkan orang orangutan datang ke kebun warga," ucap operator call center BKSDA Kalteng Muhammad Hifzi Irsada saat dihubungi, Senin (28/2/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Evakuasi ini dilakukan pada Sabtu (24/2) kemarin. BKSDA mendapatkan laporan dari warga bernama Krisno. Tak lama kemudian petugas BKSDA menuju ke lapangan untuk mengecek laporan warga.


Orangutan itu ditemukan di kebun pisang, nanas, dan jeruk. Petugas lalu menembakkan obat bius ke ke orangutan jantan berusia 17 tahun tersebut sebelum dievakuasi.

"Kita tembak pakai obat bius. Kebetulan ada dokter hewan dari Orangutan Foundation. Untuk sementara ini orangutan ada di kandang transit SKW 2 Pangkalan Bun BKSDA Kalteng. Rencana mau translokasi atau dipindahkan ke Suaka Margasatwa (SM) Lamandau Kalteng," ujarnya.


Hifzi mengatakan warga sudah beberapa kali melapor ke BKSDA jika menemukan orangutan yang tersasar. Dia mengatakan pihaknya memang kerap mengingatkan warga untuk tak melakukan kekerasan kepada satwa.

"Sudah dilakukan sejak lama. Apabila ada satwa masuk ke warga langsung laporkan ke BKSDA. Memang diimbau masyarakat untuk tidak melakukan kekerasan kepada satwa," tuturnya. (jbr/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads