DetikNews
Sabtu 24 Februari 2018, 14:46 WIB

Al Khaththath-Hatta Taliwang Bicara di Kaukus Pembela Habib Rizieq

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Al Khaththath-Hatta Taliwang Bicara di Kaukus Pembela Habib Rizieq Al-Khaththath bicara di panggung Kaukus Pembela Habib Rizieq. (Nurin/detikcom)
Jakarta - Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Al-Khaththath dan Hatta Taliwang berbicara di panggung deklarasi Kaukus Pembela Imam Besar Umat Islam Indonesia Habib Rizieq Shihab (HRS). Keduanya kini masih berstatus tersangka kasus dugaan makar.

"Alhamdulillah, setelah saya di 'pesantren' (tahanan, red), alhamdulillah banyak berkahnya. Dimintain foto, yang bapak-bapak, yang anak muda, yang ibu-ibu. Itu berkat 'pesantren'. Kalau Ustaz Abdul Somad berkat YouTube," ungkap Al Khaththath dalam acara deklarasi kaukus di Gedung Joang '45, Jl Menteng Raya No 31, Jakarta Pusat, Sabtu (24/2/2018).




Dia menyampaikan pengalaman ini sebagai salah satu testimoni sejumlah ulama yang pernah terjerat kasus hukum. Dia juga sempat menceritakan soal penahanannya dalam dugaan makar. Ramai disebut, menurut Al Khaththath, dia atau timnya terlibat makar dengan duit Rp 3 miliar.

"Nggak tahu saya dari mana Rp 3 miliar itu, tapi yang pasti waktu saya ditangkap, lemari-lemari di hotel dibukain semua. Memang di tas saya memang ada Rp 17,5 juta," tuturnya.

Hatta Taliwang bicara di panggung Kaukus Pembela Habib Rizieq.Hatta Taliwang bicara di panggung Kaukus Pembela Habib Rizieq. (Nurin/detikcom)

Dia sendiri saat itu menyebut baru tiba di Hotel Kempinski, Bundaran HI, Jakarta Pusat. Terkait uang itu, Al-Khaththath menjelaskan, saat menjadi penanggung jawab aksi demonstrasi, ia sudah biasa menyiapkan dana untuk keperluan tak terduga.

Al-Khaththath menyesalkan uang yang diamankan tersebut tidak dikembalikan hingga kini. Malah, lanjutnya, ada beberapa barang lain yang juga belum dikembalikan.

"Lebih parah lagi, Rp 17,5 juta itu jadi barang bukti tindakan makar. Makar opo? Dan barang bukti itu sampai hari ini tidak dikembalikan bersama 2 HP saya, 2 HP istri saya, dan satu HP sopir saya. Belum ada," kata dia.

"Kemudian 1 laptop saya, 1 laptop istri saya. Laptop bagi ustaz 'zaman now' suatu keharusan," lanjut pria bernama asli Gatot ini.


Status barang-barang itu memang hingga saat ini menjadi barang bukti. Dia sendiri juga masih berstatus sebagai tersangka, walau sudah tak lagi ditahan oleh Polda Metro Jaya.

Selain Al-Khaththath, turut hadir Hatta Taliwang, yang juga berstatus tersangka dugaan makar. Dia sempat memberikan tanggapan soal kasus ujaran kebencian yang saat ini kerap terjadi. Menurut dia, sebenarnya kasus ujaran kebencian bisa diselesaikan dengan cara musyawarah.

"Itu kalau ada yang salah meleset-meleset, diselesaikan dengan musyawarah mufakat kan bisa 'saya maafkan'. Sehingga kalau secara umum semua pakai pasal, ada masalah kecil masuk penjara," ujar Hatta, dalam kesempatan yang sama.

Menurut Hatta, masalah semacam ini perlu jiwa besar agar tidak terlarut-larut menjadi saling lapor. "Kalau tidak pakai jiwa besar, berapa banyak penjara yang harus disediakan untuk menampung. Karena itu, dibutuhkan nilai kearifan, kebijaksanaan untuk menyelesaikan sebaik-baiknya. Itulah yang membuat saya enjoy mendukung acara ini," tutupnya.
(nif/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed