DetikNews
Jumat 23 Februari 2018, 22:02 WIB

Mustafa Tersangka Suap Yakin Menang di Pilgub Lampung, Ini Kata KPK

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Mustafa Tersangka Suap Yakin Menang di Pilgub Lampung, Ini Kata KPK Bupati Lampung Tengah, Mustafa menunjukan salam nomor 4, 'Salam Kece', usai diperiksa KPK, di Jakarta, Jumat (23/2/2018).Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Bupati Lampung Tengah yang juga calon gubernur (cagub) Lampung, Mustafa tetap optimis menang dalam Pilkada 2018. KPK menyebut, menang-kalahnya calon kepala daerah ditentukan oleh masyarakat.

"Apakah masyarakat yang memilih, tidak melihat persoalan ini sebagai persoalan yang penting bagi nasib Lampung ke depan atau nasib suatu daerah ke depan, tentu itu tergantung masyarakat," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (23/2/2018).

Febri percaya masyarakat cerdas untuk memilih kepala daerah yang terkait kasus korupsi atau tidak. Pilihan itu menurutnya tidak bisa dikamuflase hanya dengan slogan politik. Dia yakin masyarakat cerdas memilih calon yang bersih.



"Tapi kami percaya masyarakat sangat cerdas tentang hal ini dan tidak bisa dikamuflasekan dengan slogan-slogan politik saja. Apalagi ketika KPK melakukan proses hukum penetapan tersangka sampai dengan penahanan, berarti sudah diduga keras sebagai pelaku tindak pidana, buktinya sudah sangat kuat," kata dia.

Sebelumnya, Mustafa sempat sedikit berkampanye sebelum dan setelah diperiksa oleh penyidik KPK terkait kasus suap pinjaman APBD Lamoung Tengah 2018. Dia menyampaikan keyakinannya akan bisa menang dalam Pilgub meskipun ditahan KPK.



"Saya kira, kalau saya lihat antusias masyarakat Lampung, saya kira akan menang saya. Makanya saya pikir niat lurus, maju terus, nomor 4 oke! Terus kece!" ujar Mustafa usai pemeriksaan di KPK.

Meski sudah berstatus tersangka, status Mustafa sebagai cagub Lampung tidak otomatis gugur sebelum ada putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap. Partai pendukung Mustafa, NasDem, Hanura, dan PKS tidak bisa mencabut dukungan karena terbentur aturan KPU.

[Gambas:Video 20detik]




(nif/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed