DetikNews
Kamis 22 Februari 2018, 23:26 WIB

PSI Kecewa soal Aturan Beriklan, KPU: Pembuat UU yang Tentukan

Dwi Andayani - detikNews
PSI Kecewa soal Aturan Beriklan, KPU: Pembuat UU yang Tentukan Foto: Hasan Al Habshy/detikcom
Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) merasa keberatan dengan aturan yang menyebut peserta Pemilu 2019 dilarang beriklan sebelum masa kampanye. Ketua KPU Arief Budiman mengatakan aturan itu bukan pihaknya sendiri yang membuat.

"Kalau keberatan, jangan (disampaikan) sama kita, pembuat UU itu yang menentukan kalau kampanye itu dimulai setelah penetapan daftar calon tetap. Itu berarti tanggal 23 September baru dimulai," ujar Arief di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (22/2/2018).




Arief mengatakan sampai saat ini KPU belum menerima masukan secara resmi dari partai politik terkait aturan itu. Meski demikian, Arif menyebut pihaknya menerima dan akan menerapkan masukan yang diberikan asalkan tidak melanggar ketentuan yang ada.

"Secara formal belum (menerima masukan), kami tentu senang hati kalau ada masukan dari banyak pihak. Tapi apakah masukan itu bisa diimplementasikan, ya kita lihat dulu regulasinya. Kalau tidak melanggar ketentuan, tidak melanggar regulasi, ya tentu bisa diimplementasikan. Tapi kalau melanggar, ya tentu tidak bisa," kata Arief.

Menurutnya, partai politik dan penyelenggara pemilu harus melaksanakan tahapan pemilu sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Parpol harus melaksanakan ketentuan dalam undang-undang. Penyelenggara dan peserta pemilu harus melaksanakan sesuai dengan ketentuan UU terkait aturan kampanye," ujar Arief.

Grace sebelumnya mengatakan aturan larangan beriklan sebelum masa kampanye dimulai itu tidak adil karena menyamakan posisi parpol lama dengan parpol baru.

"Kami sebetulnya menyayangkan kalau pertimbangannya untuk kesetaraan. (Aturan) Ini nggak setara, kan ada partai yang sudah terkenal, ada partai yang baru bayi," ujar Grace (22/2).

Menurut Ketua Umum PSI Grace Natalie, partai baru membutuhkan waktu untuk melakukan sosialisasi agar masyarakat mengenal parpol peserta pemilu. Apalagi PSI juga masih mensosialisasikan sejumlah bakal calon anggota legislatifnya.
(gbr/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed