DetikNews
2018/02/22 05:15:26 WIB

Novel di Singapura: Ungkap Sosok Jenderal Hingga Terus Dukung KPK

Rina Atriana - detikNews
Halaman 1 dari 2
Novel di Singapura: Ungkap Sosok Jenderal Hingga Terus Dukung KPK Foto: Novel lakukan video conference di KPK (Foto: Nur Indah-detikcom)
Jakarta - Sekitar dua bulan setelah kejadian penyerangan, Novel kepada media AS TIME mengungkap ada jenderal Polisi yang terlibat. Hanya saja dia tak mengungkap jenderal siapa yang dimaksud.

[Gambas:Video 20detik]


"Sebenarnya saya sudah menerima informasi bahwa seorang jenderal polisi--seorang pejabat polisi tingkat atas--telah terlibat. Awalnya, saya mengatakan informasi itu bisa saja salah. Namun kini, ketika telah 2 bulan berlalu dan kasus tersebut belum juga terpecahkan, saya katakan, perasaan terhadap informasi itu bisa saja benar," ucap Novel kepada TIME seperti dilansir time.com, Rabu (14/6).


Terkait pengakuan Novel, Polisi meminta Novel melaporkannya. Polri mengerahkan Densus hingga Inafis untuk mengungkap kasus Novel. Polri juga mengirim tim ke Singapura untuk mengkonfirmasi pernyataan soal jenderal.

"Kalau dia menyebut nama, sebaiknya hati-hati, karena kalau menyebut nama dan tidak ternukti ada implikasi hukum," ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto, Jumat (16/6/2017).

Di sela pemulihan kesehatannya di Singapura, Novel juga turut berkomentar mengenai hak angket DPR terhadap KPK. Novel berharap agar KPK tetap mendapat dukungan.

"Novel menyampaikan harapannya agar orang-orang yang memiliki nurani dan semangat antikorupsi di DPR memberikan dukungan terhadap KPK dengan tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan baik itu korupsi pengadaan e-KTP atau pun kasus lainnya," kata Novel melalui Jubir KPK Febri Diansyah, Jumat (5/5).


Di kesempatan lain di Singapura, Novel juga berharap rekan-rekan penyidik KPK tak gentar dan semangatnya luntur atas apa yang terjadi terhadapnya.

"Yang jelas saya ingin menyampaikan semangat pada rekan-rekan semuanya bahwa saya tentunya dengan kejadian ini tidak akan, berharap tidak akan mengendur atau berkurang semangat," ujar Novel dalam video yang diunggah PP Pemuda Muhammadiyah di laman resmi Facebook-nya, Selasa (25/7/2017).

Menurut Novel, orang-orang yang ingin pemberantasan korupsi terhenti hanya akan terus berharap.

"Begitu juga dengan harapan orang-orang yang telah berupaya untuk menyerang saya, untuk memendam, untuk menghentikan langkah-langkah pemberantasan korupsi, saya ingin menunjukkan bahwa harapan orang-orang itu akan sia-sia, tidak ada gunanya," tutur Novel.

"Saya tegaskan bahwa itu tidak akan bisa sebagaimana yang mereka harapkan," tegasnya.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed