DetikNews
Rabu 21 Februari 2018, 19:52 WIB

Ada Kode Pattimura dan Kuningan di Suap Proyek Jalan, Apa Artinya?

Faiq Hidayat - detikNews
Ada Kode Pattimura dan Kuningan di Suap Proyek Jalan, Apa Artinya? Yudi Widiana Adia dituntut 10 tahun penjara oleh jaksa KPK. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Jaksa pada KPK mengungkap kode percakapan mantan Wakil Ketua Komisi V DPR Yudi Widiana Adia dengan M Kurniawan dalam sidang tuntutan kasus suap proyek jalan. Dalam percakapan itu, Yudi mengusulkan proyek ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan kode Pattimura.

"Kalimat 'akh, untuk pengajuan Pattimura perlu sejak sekarang diajukan...bisa disiapkan kegiatannya?' ini dipahami saksi M Kurniawan bahwa terdakwa (Yudi Widiana) meminta jika ada usulan ke 'Pattimura' maksudnya 'Kementerian PUPR', di mana kantor Kementerian PUPR berada di Jalan Pattimura," ujar jaksa pada KPK saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (21/2/2018).

M Kurniawan merupakan anggota DPRD Bekasi yang menjadi orang kepercayaan Yudi Widiana Adia. Jaksa mengatakan ada kode lain yang digunakan percakapan itu, yaitu 'santri Ambon'.

"Kemudian maksud saksi M Kurniawan mengatakan 'santri Ambon lagi ke USA, coba yang lain' adalah maksud saat itu Sok Kok Seng alias Aseng sedang berada di Amerika Serikat," ujar jaksa.

Jaksa juga mengatakan ada kode lain, di antaranya 'pelat merah dan kuning'. Percakapan ini sebelum adanya realisasi commitment fee dari Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa Aseng untuk Yudi Widiana.

Apalagi, ujar jaksa, dalam percakapan Yudi dengan M Kurniawan, wilayah timur sedang diawasi KPK, sehingga program aspirasi harus sangat hati-hati dalam pembahasannya.

"Dalam percakapan tersebut dipakai istilah tertentu, seperti 'Imam Al Azhar' untuk menyebut Menteri PUPR, 'Rasuna atau Kuningan' untuk menyebut KPK. 'Pelat merah untuk BUMN dan pelat kuning untuk Golkar'. 'Brosurnya dikembalikan' untuk mengembalikan uang yang telah diterima dan lain-lain," tutur jaksa.

Dalam perkara ini, Yudi dituntut 10 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Yudi diyakini jaksa terbukti menerima uang suap Rp 11,1 miliar dari Aseng.

Jaksa juga menuntut pidana tambahan terhadap Yudi, yaitu berupa pencabutan hak politik selama 5 tahun.




(fai/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed