DetikNews
Selasa 20 Februari 2018, 13:39 WIB

Kembali Diperiksa KPK, Setya Novanto Pamer Tas Hitam

Faiq Hidayat - detikNews
Kembali Diperiksa KPK, Setya Novanto Pamer Tas Hitam Setya Novanto dan tas hitamnya (Foto: Faiq Hidayat/detikcom)
Jakarta - Setya Novanto memamerkan tentengannya saat kembali menjalani pemeriksaan di KPK. Terdakwa kasus korupsi proyek e-KTP itu menunjukkan tas hitam miliknya.

Dari pantauan, Novanto tampak tiba di KPK dengan menumpang mobil tahanan. Novanto terlihat mengenakan kemeja putih dibalut rompi tahanan warna oranye.

Tak ada keterangan apapun yang disampaikan Novanto kecuali senyuman. Sesaat sebelum masuk ke lobi KPK, Novanto terlihat menunjukkan tas hitam yang dibawanya itu.

Tas hitam itu pernah disebutnya pada saat sidang untuk menyimpan buku hitam miliknya. Novanto mengaku kerap mencatat hal-hal yang dianggapnya penting di sidang dalam buku hitam itu.

Dalam persidangan, Senin kemarin, Novanto mengaku telah melaporkan anggota DPR Fraksi PDIP Arif Wibowo dan anggota DPR Fraksi Golkar Melchias Marcus Mekeng ke penyidik KPK. Namun tak jelas, apa yang dilaporkan terdakwa kasus korupsi proyek e-KTP itu.


"Soal Arif dan Mekeng itu sudah saya laporkan kepada penyidik. Nanti atas laporan kami berikan laporan saudara Andi," ucap Novanto dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (19/2) kemarin. Hal itu disampaikan Novanto untuk menanggapi kesaksian Arif dan Mekeng dalam sidang.

Sementara itu, pengacara Novanto, Maqdir Ismail, menyebut hal itu terkait dengan pengajuan permohonan menjadi justice collaborator (JC) kliennya. Namun Maqdir mengaku belum tahu apa yang dilaporkan Novanto kepada penyidik KPK terkait dua anggota Dewan tersebut. Dia mengatakan Novanto tidak berkoordinasi dengan dirinya.

Saat bersaksi, Arif membantah menerima uang terkait proyek e-KTP. Arif, yang disebut pernah berada di Komisi II DPR ketika proyek bergulir, bahkan mengaku tidak pernah mendengar adanya pembagian fee untuk Komisi II DPR.

Sedangkan Mekeng menjelaskan proyek e-KTP adalah program pemerintah yang sudah masuk APBN. Proyek itu, disebutnya, tidak menggunakan dana optimalisasi. Saat proyek bergulir, Mekeng menjabat Ketua Banggar DPR.



(fai/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed