DetikNews
Senin 19 Februari 2018, 20:01 WIB

Penjelasan Partai Garuda Tak Populer Tapi Lolos Jadi Peserta Pemilu

Seysha Desnikia - detikNews
Penjelasan Partai Garuda Tak Populer Tapi Lolos Jadi Peserta Pemilu Foto: Ketua Umum Partai Garuda Ahmad Ridha Sabana. (Seysha/detikcom)
Jakarta - Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda) membeberkan alasan mengapa bisa lolos menjadi partai peserta Pemilu 2019 walaupun selama ini kurang populer. Ketua Umum Partai Garuda, Ahmad Ridha Sabana menyebut partainya sudah berdiri sejak April 2015.

"Kenapa partai ini tidak pernah terdengar tapi lolos, saya kira partai ini telah bekerja cukup lama, April 2015 sudah bekerja tercatat di Kemenkumham," ujar Ahmad di Hotel Lumire, Jalan Senen, Jakarta Pusat, Senin (19/2/2018).

Ahmad menyebut partai Garuda sudah terbentuk selama 2,5 tahun. Ia mengatakan Partai Garuda selama ini fokus di tingkat pusat sampai kecamatan dalam mempersiapkan pendaftarannya sebagai peserta pemilu dan kurang fokus memperkenalkan diri ke masyarakat.


"Artinya sebelum itu sudah lebih jauh bekerja, mungkin sudah 2,5 terbentuk. Kami memang fokus pembentukan partai di tingkat pusat dan daerah sampai dengan ke tingkat kecamatan," jelas Ahmad.

Dia mengatakan, partai Garuda tidak ingin dipublikasikan di awal. Menurut Ahmad, partainya ingin bekerja dulu sampai membuahkan hasil.

"Tidak terlalu banyak kita gembar gemborkan karena kita ingin bekerja dulu sehingga hasil kita bisa terlihat," sebutnya


Seperti diketahui, Partai Garuda resmi menjadi partai peserta Pemilu 2019. Partai yang didirikan pada 16 April 2015 itu mendapat nomor urut 6.

Garuda merupakan satu dari empat partai baru peserta pemilu. Tiga partai baru peserta Pemilu 2019 lainnya adalah PSI, Perindo, dan Berkarya.
(elz/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed