RSUD Pekanbaru Rawat 28 Balita Gizi Buruk

RSUD Pekanbaru Rawat 28 Balita Gizi Buruk

- detikNews
Kamis, 23 Jun 2005 14:01 WIB
Pekanbaru - Balita yang mengalami kondisi gizi buruk terus saja membanjiri RSUD Pekanbaru. Pihak rumah sakit mengaku sudah menangani sedikitnya 28 balita rawat inap karena mengalami gizi buruk dan satu balita busung lapar."Sejak Januari hingga Mei 2005 kita menampung setiap bulannya rata-rata 6 balita gizi buruk," kata Ketua Staf Medis Fungsional Anak RSUD Pekanbaru Dahnul Elymbra kepada detikcom di ruang kerjanya, Jl Hang Tuah, Pekanbaru, Kamis (23/6/2005).Saat ini di ruang Medical lantai III tengah dirawat dua balita gizi buruk dan satu balita busung lapar. Penanganan untuk penyembuhan balita gizi buruk dan busung lapar itu memakan waktu lama dan harus mendapat perhatian serius.Secara umum bila seorang balita mengalami gizi buruk, maka penanganannya membutuhkan waktu minimal perawatan selama dua bulan. Bila sudah dianggap pulih, orangtua anak mesti menjaga keseimbangan asupan makanan dan protein. "Bila hal penting itu tidak diperhatikan, maka berat badan anak itu akan kembali menurun," kata Dahnul.Balita gizi buruk dan busung lapar itu sebagian besar adalah rujukan dari sejumlah Puskemas di luar kota Pekanbaru. Untuk tahap awal, tim medis khusus penanganan gizi buruk ini akan mendeteksi penyebab berat badan balita yang tak normal.Bila seorang bocah mengalami gizi buruk, maka balita itu akan rentan terhadap berbagai jenis penyakit. "Gizi buruk ini bisa menimbulkan berbagai penyakit yang komplikatif," kata Dahnul.Makanan TambahanKepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Ekmal Rusdy kepada detikcom mengatakan, pihaknya akan memberikan makanan tambahan sebagai langkah kongkret untuk mengatasi kasus gizi buruk.Selain itu juga menurunkan tim kesehatan dari provinsi ke daerah untuk mengecek status gizi anak dan balita. "Kita tengah berkoordinasi ke sejumlah Dinas Kesehatan kabupaten dan kota se-Provinsi Riau. Kita juga mengintruksikan agar kegiatan posyandu kembali digalakkan," kata Ekmal.Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Riau, tahun 2002 lalu diketahui 3,7 persen anak-anak mengalami gizi buruk dan 12,9 persen mengalami gizi kurang. Sedangkan 2002, sebanyak 2,6 persen mengalami gizi buruk, dan 12 persen mengalami gizi kurang."Pada tahun 2004, jumlah angka ini menyusut dengan 2,1 persen anak di gizi buruk dan 9,5 persen gizi kurang," kata Ekmal. (nrl/)


Berita Terkait