DetikNews
Senin 19 Februari 2018, 18:26 WIB

Sidang Setya Novanto

Jaksa Tanya Saksi yang Urus Akta Notaris Perusahaan terkait e-KTP

Faiq Hidayat - detikNews
Jaksa Tanya Saksi yang Urus Akta Notaris Perusahaan terkait e-KTP Suasana persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta (Faiq Hidayat/detikcom)
Jakarta - Jaksa KPK mencari tahu tentang pengurusan akta ke notaris yang menyebutkan susunan direksi PT Murakabi Sejahtera. Seorang pegawai PT Murakabi Sejahtera, Tri Anugerah Ipung, mengaku sempat mengurus akta tersebut.

"Anda kerja di Menara Imperium? Ada berapa perusahaan di sana?" tanya jaksa KPK kepada Tri dalam sidang lanjutan perkara korupsi proyek e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (19/2/2018).

"Yang saya tahu Mondialindo dan Murakabi, selebihnya tidak tahu," jawab Tri, yang mengaku bekerja di bagian administrasi PT Murakabi sejak 2007 sampai 2014.

Selama bekerja di PT Murakabi, Tri mengaku bertugas mengurusi surat-menyurat dan membantu eks Dirut PT Murakabi Sejahtera Deniarto mengurus minyak dan gas. Dia memperoleh gaji Rp 3 juta per bulan.

"Tugas hanya mengurusi administrasi surat-menyurat, di sana tidak ada orang, hanya membantu Pak Deniarto. Di sana paruh waktu, digaji Rp 3 juta," ucap Tri.

"Berapa karyawan di sana?" tanya jaksa.

"Saya, OB (office boy) Sodri, Pak Deniarto, dan Pak Heru Taher, hanya itu. Saya masuk sana karena Pak Heru Taher," jawab Tri.

Tri juga mengaku pernah diminta eks Komisaris PT Mondialindo Graha Perdana (alm) Heru Taher membuat akta PT Murakabi di salah satu notaris bernama Amel. Bahkan Tri diminta menyusun pihak direksi PT Murakabi Sejahtera.


"Ngurus akta awalnya notaris Amel itu saja. Saya diminta tolong Pak Heru apa susunan direksi," ujar Tri.

"Ada perubahan nama pemegang saham? Bagaimana mengurusnya?" tanya jaksa.

"Ngurus-nya sama Amel, minta tolong OB tanda tangan Pak Heru, sudah selesai," ucap Tri.

Selama bekerja di kantor itu, Tri menyebutkan tidak pernah melihat Setya Novanto, Irvanto, dan Deniarto. "Pak Novanto tidak pernah (ke sana), Pak Irvanto dan Deniarto jarang ke sana," tutur Tri.

Dalam persidangan sebelumnya, jaksa mengaku heran kepada Deniarto karena dalam dokumen PT Murakabi disebut berjumlah 13 orang pada 12 Februari 2011. Jaksa menduga perusahaan itu fiktif.

PT Mondialindo merupakan bagian dari PT Murakabi Sejahtera yang dibeli sahamnya oleh istri Novanto, Deisti Tagor, anak Novanto, Rheza Herwindo, dan keponakan, Irvanto Pambudi. PT Murakabi Sejahtera adalah pihak yang ikut dalam konsorsium proyek e-KTP.

Novanto sebelumnya mengakui punya perusahaan bernama PT Mondialindo. Perusahaan itu juga berkantor di Menara Imperium, Jalan Kuningan, Jakarta Selatan.

Namun perusahaan itu dan kantor itu sudah dijual kepada Deniarto Suhartono (mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera/salah satu peserta lelang proyek e-KTP) dan almarhum Heru Taher (eks Komisaris PT Mondialindo).
(fai/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed